Published On: Rab, Okt 28th, 2015
                            

Untuk Pemuda 1 yang Soundsations

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Sekretaris DPD MAPANCAS PROV KEPRI
DIAN FADILLAH

Pemuda adalah harapan bangsa. Pemuda adalah generasi penerus estafet bangsa. Di tangan Pemuda Indonesia bisa jaya bisa maju dan bisa berkembang.

Akan tetapi mengapa saat ini definisi pemuda itu dibatasi dengan polemik batasan umur yang menjadi soundsations yang berkepanjangan. Apakah memang pemuda itu harus dibatasi.

Apakah umur membuat kita tidak boleh lagi berkarya demi bangsa dan negara, untuk kepemudaan sambil menelurkan generasi baru yang cocok untuk mengatas namakan pemuda?

Jawaban yang cocok adalah pemuda yang bagaimanakah yang dimaksud sebenarnya?

Kita tahu kalau merujuk kepada UU Kepemudaan yaitu pasal 1 ayat 1 dari UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang bunyinya : “Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.”

Tentu saja memberikan batasan gerak langkah dan irama apalagi untuk bergerak lebih cepat untuk berkarya demi bangsa?

Kita juga mengetahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai, apakah itu nilai-nilai kebangsaan ataupun nilai nilai keagamaan.

Hal ini merupakan pemahaman yang idiologis dan kultural. Masyarakat hanyalah berkeinginan simple (sederhana) bahwa pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya, yaitu, karena pemuda sebagai harapan bangsa yang dapat diartikan secara garis besar bahwa siapa saja yang dapat menguasai pemuda maka akan dapat menguasai masa depan (?!).

Apabila dikaitkan dengan kontekstual kepemudaan itu sendiri kita cobalah mengenal mengenal pemuda dari beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat diantaranya, kemurnian idealismenya, keberanian dan keterbukaan dalam menyerap nilai dan gagasan baru serta segera menerapkannya.

Apakah perlu pembatasan untuk sebutan Pemuda = 16-30 tahun

Apakah itu tidak membatasi gerak yang ada?

Pembangunan kepemudaan itu sendiri bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sepak terjang dan kiprah pemuda di Indonesia diawali pada permulaan tahun 1900-1908 yang ditandai dengan Sumpah Pemuda yang monumental pada tanggal 28 Oktober 1928.

Ingat dan pahami isi Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Memang benar adanya dalam rangka mensosialisasikan substansi Undang-Undang Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan “Sosialisasi Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan” pada 19 Oktober 2010 lalu, sudah menyampaikan hal ini di Ruang Auditorium Binakarna Lt. 1 Hotel Bidakara, Jakarta yang dihadiri narasumber Ferdiansyah (Anggota FPG Komisi X DPR RI), Yudi Latif, Reform Institute dan Pakar Pendidikan dari UNJ serta diikuti oleh peserta yang berasal dari perwakilan seluruh Kementerian, LPNK, LPK, Organisasi Kepemudaan dan BEM Perguruan Tinggi se-Jakarta.

Dalam hal itu Ferdiansyah menyampaikan bahwa, Undang-Undang Kepemudaan bukan untuk mengatur pemuda, tetapi sangat bermanfaat untuk pengembangan dan aktualisasi pemuda.

Hadirnya Undang-Undang Kepemudaan diharapkan menjadikan program pemberdayaan kepemudaan lebih fokus dan tepat sasaran. Inti Undang-Undang Kepemudaan adalah penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan pemuda, ujar Ferdiansyah.

Penyadaran kepemudaan berupa gerakan pemuda dalam bidang ipoleksosbudhankam. Adapun pemberdayaan pemuda dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan potensi dan kualitas jasmani, mental spiritual, pengetahuan, serta keterampilan diri dan organisasi menuju kemandirian pemuda.

“Sedangkan pengembangan pemuda dilakukan melalui pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan,” jelas Ferdiansyah.

Sementara Yudi Latif dari Reform Institute juga menyampaikan bahwa lahirnya Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 merupakan langkah progresif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, karena Undang-Undang ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap pembangunan dan pengembangan Kepemudaan.

Negara berkewajiban memberikan perlindungan dan menempatkan posisi strategis pemuda dalam pembangunan nasional dan pembangunan daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, sehingga seharusnya tidak ada lagi pembedaan pemuda berdasarkan tingkat intelektualitasnya.

Setiap pemuda harus dihargai bakat dan intelektualitasnya masing-masing, sehingga ke depan diharapkan pemuda tidak hanya berorientasi di bidang politik, tapi bisa juga bergerak di bidang kewirausahaan.

Dalam implementasinya pun, pembangunan kepemudaan kemudian tidaklah hanya terpusat sebagai pembangunan Pemuda Indonesia secara nasional dan sentralistik. Proses pembangunan kepemudaan juga membuka ruang bagi tiap-tiap daerah untuk menetapkan kebijakan sendiri sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah sejauh tidak bertentangan dengan kebijakan umum Pemerintah.

Dengan lahirnya Undang-Undang Kepemudaan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan dana untuk mendukung pelayanan kepemudaan. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk tidak menganggarkan program pemberdayaan pemuda didalam APBN dan APBD.

Pemuda sebagai salah satu generasi penerus kepemimpinan dan ilmu pengetahuan bangsa mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pemuda sebagai generasi penerus, penanggungjawab dan pelaku masa depan dapat diandalkan sebagai agen perubahan, kontrol sosial dan kekuatan moral.

Sejarah perjuangan bangsa mencatat sejak perintisan pergerakan kebangsaan Indonesia sampai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemuda berperan aktif mengantarkan bangsa dan negara mencapai kehidupan yang merdeka, berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945.

Di samping itu, pemuda tampil sebagai Garda terdepan yang membriakde proses pembaharuan dan pembangunan. Kekuatan bangsa yang mana yang dilewati oleh pemuda sehingga di masa mendatang tercermin dari kualitas sumber daya pemuda saat ini.

Siapa itu Presiden, menteri DPR dan MPR, maka itu pemuda yang secara klasikal berbuat dahulu dan menikmatinya sekarang. Kita tidak perlu ribut dan berkutat dengan batasan batasan seperti itu. Lebih baik kita berpikir dan fokus kedepan, bagaimana kita pemuda dapat memadamkan asap yang sudah menggerogoti keluarga dan lingkungan kita.

Pemuda harus siap dan diberdayakan agar memiliki kualitas dan keunggulan daya saing guna menghadapi tuntutan, kebutuhan, serta tantangan dan persaingan di era MEA yang semakin tidak mudah. Dirgahayu Pemuda Indonesia … Ayo jadikan negara RI menjadi negara yang Cleaneliness untuk penerusmu kelak …………..

Kurajut bendera dengan benang, Merah berani dengan putih yang suci. Tanggal 28 Oktober harus dikenang sebagai masa bangsa yang Suci. ***

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>