Published On: Ming, Apr 23rd, 2017
                            

Sederhana Namun Bernyawa

Keceriaan anak anak di pulau bahan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Ayu Wulandari
Guru didaerah Pulau Bahan Kabupaten Karimun

Tak besar tak juga kecil, setidaknya lari di pagi hari mengitari pulau cukup untuk mencari keringat, itulah Pulau Bahan, sederhana memang, dibandingkan dengan pulau yang ada disekelilingnya yaitu Pulau Sugie dan Pulau Combol.

Luas Pulau Bahan 1/8 dari pulau tersebut. Sederhana namun istimewa itulah Pulau Bahan, tak tertinggal tapi tak juga terdepan. Delapan bulan menjadi bagian dari masyarakat pulau membuat kami semakin memahami bahwa bukan kemewahan yang membuat seseorang bahagia tapi rasa syukurlah yang menjadikan kita bahagia.

Mereka tetap tersenyum walaupun listrik (menggunakan mesin pribadi) yang hanya hidup dari pukul 18.00 Wib sampai dengan pukul 23.00 Wib, itupun terkadang bisa mati sampai dengan satu minggu lebih kalau mesin tiba-tiba rusak.

Namun mereka tetap bisa tertawa lepas walaupun sinyal terkadang tiba-tiba menghilang. Masyarakat yang ramah selaras dengan pendidikan yang tenang, tak spesial tapi tidak juga kekurangan. Jangan dibandingkan dengan pendidikan di kota-kota besar jelas ada jarak yang sangat juah berbeda.

Di pulau kecil di perbatasan Karimun dan Batam yang berdekatan dengan Singapura pendidikan di sini berlangsung sederhana namun tetap masih punya nyawa. Untuk ukuran pulau kecil, kesadaran akan pentingnya pendidikan masih terasa, hanya ada beberapa remaja yang putus sekolah bahkan sebagain guru yang bergelar sarjana merupakan asli putra/putri pulau bahan.

Mengusik masalah pendidikan di pulau, ternyata ada banyak sisi yang harus segera di perbaiki terutama budaya pendidikan. Terbiasa santai jadi membuat mereka sedikit tertinggal di belakang. Menjadi PR kami selaku tenaga pendidik merubah kebiasaan mereka untuk menjadi sedikit lebih agresif agar menjauh dari ketertinggalan.

Tapi jangan tanyakan untuk masalah kreatifitas mereka tidak kalah kerennya dengan pelajar di kota. Terbiasa dengan fasilitas yang sederhana membuat anak-anak di pulau memiliki kreatifitas yang terbiasa memanfaatkan alam di sekitar untuk menutupi fasilitas yang terbatas.

Kekayaan hasil laut yang melimpah selaras dengan minat pelajar akan olahraga. Voli menjadi olahraga favorit disini. Mereka lebih menikmati ketika jam pelajaran pengembangan diri di bandingkan dengan akademik. Menjadi tugas kami selaku guru membuat mereka menjadi antusias di bidang akademik sesemangat mereka ketika bermain voli.

Menyelaraskan keduanya menjadi tantangan buat kami pengajar muda selama mengabdi. Apapun kekurangan yang di miliki anak didik kami tidak menghalangi kami untuk tetap bangga kepada mereka karena kegiatan agama masih menjadi primadona di hati mereka. Siapapun kamu dan apapun jabatanmu urusan dengan Tuhanmu tetap jadi yang nomor satu. ***

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>