Published On: Jum, Feb 6th, 2015
                            

Pulau Penyengat di Deklarasi Sebagai Asal Bahasa Indonesia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Pulau Penyengat yang terletak didaerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jum’at (06/02) pukul. 13.50 Wib di deklarasi sebagai asal-muasal Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Melayu kerajaan Riau-Lingga oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri.

Pulau Penyengat yang rencananya akan dijadikan sebagai warisan dunia tersebut, saat di deklarasi langsung disaksikan oleh Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Robert Iwan L, serta SKPD dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan PWI Provinsi Kepri, dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2015.

Adapun pembacaan teks deklarasi Pulau Penyengat yang dipimpin Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak sepenggalnya berbunyi, ‘Lahirnya karya-karya Indonesia berasal dari Bahasa Melayu, dan Bahasa Melayu tingkat tinggi telah diakui sah Bahasa Indonesia secara Ilmiah maupun Politis. Dan diakui oleh Indonesia, Bapak Bahasa Indonesia Raja Ali Haji’.

Dalam sambutannya, Robert pun mengatakan, dirinya telah menyaksikan deklarasi Pulau Penyengat bersama-sama dengan Dewan Pers, Insan Pers dan masyarakat. Pulau penyengat merupakan destinasi Nasional serta destinasi Religius bersejarah.

“Pulau Penyengat ini sangat luar biasa bagi Indonesia khususnya Kepulauan Riau, karena Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu tingkat tinggi yang berada di Pulau Penyengat,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Robert, kerajaan Riau-Lingga telah menyebar hingga ke Johor. Oleh sebab itu, bentuk bangun di Pulau Penyengat juga ada yang menyerupai bangun yang ada di Johor Malaysia.

“Pulau penyengat ini unik, bangunan juga ada yang sama seperti bangunan di Johor. Destinasi di Pulau Penyengat harus dikembangkan agar menjadi destinasi unggulan. Jadi, saya berharap dengan adanya deklarasi ini, sejarah dari Pulau Penyengat yang belum terkuak secara bertahap dan mari kita jadikan Pulau Penyengat sebagai warisan dunia,” katanya.

Sementara, Ketua PWI Provinsi Kepri, Margiono sangat mengapresiasi masyarakat Pulau Penyengat maupun Pemerintah Provinsi Kepri, karena dari beberapa tempat PWI menggelar HPN hanya di Provinsi Kepri.

“Kami senang mendapatkan sambutan yang luar biasa dan jarang-jarang kami mendapatkan sambutan luar biasa. Masyarakatnya juga ramah apalagi waktu sambutan di pelabuhan, kami seperti orang dari kerajaan yang sedang disambut,” ungkapnya. (ADO)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>