Published On: Rab, Apr 22nd, 2015
                            

Marak Pelecehan, Komisi II Susun Ranperda Perlindungan Anak

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Maraknya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur selama beberapa tahun ini di Kota Tanjungpinang, DPRD Kota Tanjungpinang dari Komisi II melakukan rapat penyusunan Ranperda tentang Perlindungan Anak, Selasa (21/04) kemarin.

Kepada KepriDays.com, Ketua Tim Ranperda, Maiyanti melalui salah seorang anggotanya, Rahma mengatakan, dalam beberapa hari ini semua tim Ranperda tengah sibuk melaksanakan rapat tentang Ranperda Perlindungan Anak.

“Karena beberapa kasus dugaan tentang kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak selama ini, masih mengacu terhadap UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya dibawah harapan kita bersama,” katanya.

Bahkan, Rahma menilai, selama ini pelaku tindak pidana kekerasan dan pelecehan terhadap anak semakin bertambah, karena hukuman yang diberikan tidak setimpal.

“Undang-Uandang Perlindungan Anak dengan ancaman hukumannya selama 15 tahun itu tidaklah sesuai dengan apa yang dialami korban, sehingga korban harus menanggung akibatnya seumur hidup dan sekaligus merusak masa depan korban,” terangnya.

Maka dengan adanya Ranperda Anak, kata Rahma, DPRD Kota Tanjungpinang bisa memperjuangkan hak-hak anak sehingga tidak ada lagi kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.

“Tujuan disusun ini agar kedepannya lebih baik lagi, serta ramah di sekolah dan ramah dilingkungan kita,” jelasnya.

Sedangkan untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), masih kata Rahma, korban yang sudah memiliki anak biasanya takut untuk melapor dengan alasan demi anak.

“Ini merupakan alasan yang masuk akal tetapi jika kejadian tersebut selalu berulang-ulang kali terjadi, seharusnya korban mengambil sikap untuk segera melapor dengan tujuan mediasi atau memberikan pelajaran agar pelaku jera dan dapat berubah,” ungkapnya.

Untuk itu juga, Rahma menambahkan, tim Ranperda akan mencarikan solusi atau menyusun kembali Ranperda untuk hal tersebut demi melindungi kaum Perempuan.

“Apalagi sudah ada hari besar bagi kaum hawa yang dipatenkan sebagai Hari Kartini dan diperingati setiap tahunnya oleh semua Perempuan Indonesia. Jika di tahun 2015 ini masih saja tidak ada keadilan bagi Perempuan dan anak, maka apa yang diperjuangakan oleh Raden Ajeng Kartini menjadi sia-sia,” ujarnya.(ERA)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>