Published On: Rab, Agu 20th, 2014
                            

Manusia Setengah Demokrasi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh
Dian Fadila, S.Sos

Dagelan yang tidak lucu sudah pun dimulai. Saat ini kita sedang melihat “Peta Politik Indonesia”. Politik yang dewasa ini selalu gonjang ganjing bakludruk disebuah pewayangan. Kita dapat mengetahui waktu dimulai tapi tidak tahu kapan waktu akhirnya. Tahu apa masalahnya tapi tidak pernah tahu bagaimana cara untuk menyelesaikannya. Kebingungan terhadap hasil pilpres 2014 ini sudah melanda elit politik terlebih tentang siapa sebenarnya pemenang resmi yang diusung untuk menjadi jawara Indonesia Raya.

Muncul sebuah omongan dimasyarakat “Apakah Ini Namanya Pembohongan Kepada Publik” suatu permasalahan yang benar tapi sekian lama jadi salah serta suatu yang sudah kalah tapi walhasil dialah yang jadi pemenang. Siapa yang benar sebenar-benarnya benar atau apakah yang salah dikondisikan bisa jadi benar ? Dimanakah masyarakat berada? Apakah dititik benar, di titik persimpangan atau malah berada dibawah titik nadir? Cobabayangkan… Masyarakat sudah berniat baik datang ke TPS dengan cuaca yang kurang mendukung untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan keinginan ataupun sesuai dengan arahan KPU dan orang yang terdekat yang berhubungan dengan keluarga.

Memilih dan menggunakan hak pilih sebagai warga Negara yang baik. Apakah begini perlakukan yang harus diterima oleh warga masyarakat kita saat ini? Nara sumber dan pembicara undangan silih berganti dan spontan jadi laris di kancah pertelevisian sehingga membuat suasana memuncak panas semakin membara dengan terkadang menggunakan jurus jurusan beraneka. Masyarakat jadi malas dan muak juga membuka televisi yang sudah kuat dengan arahan arahan pemilik sehingga masyarakat jadi error (pusing). Betapa kita sudah senang tatkala 9 Juli 2014 pemerintah melalui lembaga yang sudah ditunjuk yaitu KPU sudah mengumumkan kemenangan presiden.

Dunia ini panggung sandiwara. ceritanya tak pernah berubah. Ada kisah tragis ada juga kisah yang berpura-pura. Setiap insan dapat satu peranan yang harus kita mainkan . Negara ini adalah Negara yang luas dengan wilayah yang besar adalah merupakan kelautan. Begitu banyak lika-liku untuk mencapai tujuan. Apakah itu tujuan dalam sebuah keinginan ataupun tujuan kehidpan yang secara mutlak merupakan panggilan hati.

Masing-masing pendukung akan terus berjuang sekuat tenaga dan pikiran untuk memenangkan pasangannya, akan tetapi apakah sudah betul dengan menggunakan segala cara hingga mencapai tujuannya? Kok masih ada di Negara ini sudah semaju ini dan semerdeka ini ditemukan adanya kelompok yang kejar-kejaran dan adu mulut. Masih melihat Kericuhan justru dalam waktu dekat masyarakat mengidam-indamkan Presiden baru millineum di tahun 2014 ini meskipun sengketa Pilpres masih terus bergulir di MK. Presiden terpilih setidaknya personel kepolisian harus cepat dan langsung mengamankan dan mencegah agar bentrok yang lebih besar tidak terjadi, Mengapakah 17 Agustus 2014 ini tidak jadikan momentum paling penting dalam sejarah perjalanan Indonesia untuk flashback tidak terjadi kemerdekaan.

Hasil yang ditunggu masyarakat saat ini adalah apakah yang akan tejadi kepada Indonesia ini dengan keputusan MK pada 20 Agustus 2014 melalui 7 hakim konsitusi MK (Mahkamah Konstitusi) melalui kepemimpinan Hamdan Zoelva Beribu pertanyaan dan pernyataan kita apakah keputusan itu nantinya akan dapat diterima oleh kedua belah pihak atau hanya merindukan satu kelompok saja dan yang lainnya tidak. Apa lagi ada wacana pengulangan pilpres didaerah-daerah yang diduga kuat terjadi kecurangan yang akan mengakibatkan kekalahan bagi pihak lain. Dapat dimungkinkan kalau hasilnya masih tidak menyenangkan semua pihak karena demikianlah faktanya Kapankah dagelan yang tidak lucu ini berakhir? Siapa yang berhak memimpin Indonesia Sang Garuda Perkasa? Siapakah yang akanmenjadi Pemimpin Indonesia yang Hebat laksana macan dan berkuasa bagaikan Garuda?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>