Published On: Kam, Apr 23rd, 2015
                            

Lukisan Dari Kaleng Bekas Bernilai Jutaan Rupiah

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Jakarta, KepriDays.com – Kaleng-kaleng bekas tak selamanya menjadi barang yang tak berguna. Di tangan Rosi Hariyati, limbah anorganik itu bisa menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan.

Perempuan yang berdomisili di Jakarta Utara ini berkreasi membuat lukisan timbul alias emboss painting di atas kaleng bekas yang sudah dibelah, seperti dikutip dari Bisnis.com.

Lukisan uniknya itu cukup diminati. Terbukti di Jakarta International Handicraft Trade Fair atau Inacraft 2015 dua pekan lalu, seluruh produk kreasi seni emboss painting miliknya laris manis bak kacang goreng diburu para pengunjung.

Dia membawa sekitar 20 unit karya lukisan pada pameran, termasuk satu lukisan wajah Presiden Joko Widodo dan Presiden pertama Indonesia Soekarno. Semuanya ludes terjual kecuali lukisan wajah yang tidak dia lepas di bawah harga Rp. 5 juta. “Kami memakai bahan kaleng-kaleng bekas. Jadi lukisan timbul ini dibuat di atas kaleng yang sudah tidak terpakai,” kata dia.

Rosi termasuk salah satu pionir untuk lukisan emboss. Karya seni ini terbilang masih jarang ditekuni pelaku usaha lain yang memanfaatkan kaleng sebagai medium berkarya.

Pasalnya, diperlukan jiwa seni dan kreatifitas untuk menggambar di atas kaleng kemudian mengetuknya pakai sumpit kayu yang sudah dibentuk, hingga tercipta lukisan timbul.

Perempuan 45 tahun ini mengaku tak sengaja terjun dalam bisnis kaleng bekas pada 2011.

Awalnya, dia hanya ingin mengolah kaleng-kaleng bekas yang banyak bertaburan di sekitar pemukimannya di kawasan Pulogadung, Jakarta Utara.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Terlintas idenya untuk membuat kaligrafi yang biasanya menggunakan bahan aluminium atau tembaga. Kaleng dinilai bisa dimanfaatkan karena berbahan lembaran baja tipis.

Beberapa bekas minuman soda pun segera masuk ke dapur ekseperimen. Kaleng dibelah dua dan dibersihkan bagian dalamnya.

Kemudian dia mulai menggambar di salah satu bagian. Kaleng digores atau diketuk dengan menggunakan alat-alat seperti plat, pensil, batang sumpit/kayu hingga timbullah relief kaligrafi.

“Ada teman yang melihatnya terus dia suka dan beli. Karena kita lihat ada nilai ekonomisnya, ya jadinya kenapa tidak dijadikan usaha sekalian,” ujarnya.

Sementara untuk harga yang dipatok bervariasi tergantung besar dan kerumitan gambar. Lukisan yang dibuat pada selembar kaleng minuman soda berkisar Rp. 150.000. Lukisan logo Rp. 750.000.

Karya yang paling mahal adalah lukisan wajah di bahan kaleng dengan ukuran besar, sekitar 50 cm x 60 cm seharga Rp. 5 juta.

Dalam sebulan, pemilik Sanggar Kalenk ini bisa meraup omzet sedikitnya Rp. 10 juta rupiah. “Margin labanya lumayan, sekitar 50%-60%,” kata dia. (TIM REDAKSI)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>