Published On: Ming, Jun 11th, 2017
                            

Kapsul Waktu Pesantren Kilat

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh :
Dian Fadillah, S. Sos
Komunitas Pemerhati Jalan-Jalan

Aktivitas dunia pendidikan hampir di seluruh Indonesia sudahpun akan berakhir tahun ajarannya. Suatu akhir yang ditutup dengan penerimaan raport sebagai pembuktian naik atau tidak ke tingkat atau kelas yang lebih tinggi. Sebahagian daerah sudah melaksanakannya dan yang lain menyusul di bulan ramadhan ini.

Ujian naik kelas yang sudah berakhir diikuti dengan diadakannya kegiatan yang disebut dengan “Pesantren Kilat”. Pesantren Kilat berasal dari kata “santri” dengan awalan “pe”dan akhiran”an”yang berarti tempat tinggal santri. Soegarda Poerbakawatja juga menjelaskan bahwa Pesantren berasal dari kata santri, yaitu seseorang yang belajar agama Islam sehingga pesantren mempunyai arti tempat orang berkumpul untuk belajar agama yaitu mendalami ajaran agama Islam.

Sedangkan kilat berarti “cepat sekali” sehingga Pesantren Kilat berarti tempat para santri belajar agama secara memadai dalam waktu yang tidak terlalu lama (jangka waktu tertentu secara terbatas).

Lamanya kegiatan pesantren kilat berkisar antara satu minggu sampai dengan satu bulan dan untuk tahun ini ada juga yang tiga hari saja karena situasi tertentu. Khusus untuk materi yang diajarkan dalam kegiatan ini yaitu Membaca Al-Qur’an, Keimanan islam, Fiqih (ibadah), Ahklaq, Ceramah agama, infaq dan sedekah serta tadarus dan tafsir yang mana dapat dibagi menurut tingkat kemampuannya, mulai dari kelompok pemula (SD), SLTP sampai kelompok lanjutan (SLTA).

Materi yang diajarkan dalam kelompok pemula adalah, belajar membaca Al-Qur’an dan amalan agama sehari-hari, sedangkan dalam kelompok lanjutan materi yang diajarkan adalah belajar membaca kitab kuning dan diskusi dalam masalah-masalah islam yang bertemporer.

Apabila di pesantren kegiatan ini diikuti dengan menginap, akan tetapi untuk di sekolah dilakukan dari jam 07.30 sampai dengan 12.45 yang tidak menginap di tempat acara (Sekolah). Menurut Ahmad Tafsir menjamurnya pesantren kilat itu pada dasarnya merupakan antisipasi kemajuan zaman terutama perkembangan sains dan teknologi.

Kemudian ditambah dengan kesibukan pembelajaran masing-masing sehingga perlu kiranya memberikan porsi lebih pendidikan agama untuk mendidik anaknya lebih baik. Hal lain yang perlu menjadi sorotan kita juga adanya kekhawatiran terhadap dekadensi akhlak serta amalan agama anaknya sehingga bisa menimbulkan kenakalan yang tidak dapat dielakkan sehingga langkah konkrit ini diikuti juga kampus atau universitas dan sekolah tinggi dengan berbagai disiplin ilmu.

Kegiatan tatap muka pembelajaran yang sudah agak lama terdiam karena proses evaluasi pendidikan sekolah. Pemerintah pusat melalui Pemeintah Daerah secara berkelanjutan melaksanakan aktivitas Pesantren Kilat yang operasionalnya sesuai dengan arahan Kementrian Keagamaan di Provinsi Kab/Kota masing masing.

Adanya Pengaturan Pesantren Kilat juga dilakukan oleh agama lain seperti Buddha di Virahara dan Kristen di Gereja yang sudah ditunjuk dan diarahkan kepada pembimbing masing-masing (Materi berdasarkan agama masing-masing).

Sebagaimana diketahui bahwa pelaksanaan pendidikan di sekolah umum atau madrasah, sebagai pelaksanaan undang-undang nomor 2 tahun 1984 tentang sistem pendikan Nasional berlangsung kurang memenuhi harapan dalam rangka peningkatan iman dan takwa sebagai upaya untuk membentuk manusia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya.

Meskipun terlambat, akhirnya pemerintah mengeluarkan instruksinya yang merupakan sejarah baru dalam dunia pendidikan. Yakni sebuah instruksi langsung dari bapak presiden bahwa seluruh lembaga pendidikan mulai tingkat SD hingga sekolah menengah dan atas diharuskan untuk menyelenggarakan pesantren kilat pada masa-masa liburan sekolah bagi siswa-siswi yang beragama Islam terutama dan agama lain dalam koridor masing-masing.

Adalah suatu langkah kebijaksanaan yang sangat menggembirakan dan sangat di dukung pelaksanaannya oleh semua pihak, MUI, organisasi Islam dan tentunya oleh pemerintah sendiri yaitu dari aparat dan instansi departemen pendidikan dan kebudayaan.

Abdurrahman Saleh mengatakan dalam bukunya yang berjudul “Pendidikan Agama Dan Keagamaan” bahwa dengan adanya Pesantren Kilat yang diadakan di sekolah-sekolah nantinya akan dihasilkan lulusan seorang anak Indonesia yang taat beragama, bermoral, cerdas, dan tanggung jawab, serta tangguh dalam menghadapi pengaruh negatif dan arus globalisasi”.

Dari beberapa penelitian kecil dapat diketahui bahwa hal/motif yang mendorong orang tua mengikuti pesantren kilat antara lain yaitu:

1. Agar anaknya tidak nakal. Tujuan ini sebenarnya lebih banyak untuk kepentingan orang tua itu sendiri dari pada untuk kepentingan anaknya. Mereka tidak terlalu mementingkan tujuan lain seperti agar anaknya mengetahui ajaran agama atau agar anaknya tulus dalam beribadah.

Akan tetapi ada juga orang tua yang menginginkan agar anaknya tidak nakal, tujuan tersebut disamping untuk orang tua juga untuk kepentingan anak itu sendiri.

2. Mengisi waktu. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan energi, apabila tidak disalurkan dengan tepat, itu akan sangat berbahaya. Orang tua tahu bahwa waktu luang bagi anak dan remaja adalah waktu yang amat berbahaya bila tidak diisi atau dialihkan dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

3. Menutupi kekurangan pendidikan agama di sekolah. Pada kenyataannya pendidikan agama pada saat ini yang diberikan di sekolah kurang memuaskan. Misalnya masih banyak anak yang belum dapat membaca Al-Qur’an banyak anak yang tidak menjalankan sholat, banyak tawuran dan banyak anak yang masih suka berbohong. ***

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>