Published On: Sen, Jan 23rd, 2017
                            

Habis di PHK, Tiga Pria Ini Malah Sukses dengan Kreatifitas

Img 1002.jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Bintan, KepriDays.com – Meski sudah di PHK dari tempat kerjaan tidak membuat tiga pria bernama Agus, Saipudin dan Satrio Widodo putus asa dalam mencari rezeki.

Bahkan PHK membuat ketiga pria tersebut sukses menjadi lebih kreatif untuk menciptakan uang. Awalnya kreatif dari barang bekas yang tidak terpakai, 3 pria ini membuat barang bekas itu berfunsi dan berguna.

Menurut Saifudin (38) warga Jalan Nusantara KM 23 Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintin), ide kreatif ini bermula saat ia dan kedua rekannya baru saja di PHK dari perusahaan yang berada di Kijang.

Karena merasa kesulitan untuk mencari pekerjaan yang baru, hingga muncul percakapan yang mencuat untuk menyulap barang bekas menjadi barang yang berguna.

“Awalnya kita baru saja di PHK, dan sulit untuk mencari pekerjaan yang baru. Akhirnya kami bertiga ngobrol-ngobrol untuk membuka usaha, membuat sesuatu hingga bisa menghasilkan uang,” ungkap Saipudin, Senin (23/01) saat ditemui di bengkel barang bekasnya Jalan Rawasari, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintim.

Dari percakapan tersebut, sambung Saipudin, akhirnya sepakat untuk membuat kursi dan pernak-pernik yang menggunakan barang bekas, seperti drum, gear motor dan lain-lain.

“Setelah sepakat kita langsung mencoba untuk membuat kursi dari drum bekas, dan alhamdulilah berhasil,” kata Saipudin.

Setelah berhasil membuat satu set kursi lengkap dengan meja, kata Saipudin, dirinya dan kedua rekannya kesulitan untuk memasarkan barangnya tersebut. Hingga akhirnya muncul masukan dari teman-teman terdekat agar memasarkan barang itu melalui jejaring sosial, seperi Facebook dan Instagram.

“Kita coba memposting foto hasil karya kami, dan ternyata banyak respon dari masyarakat, hingga akhirnya saat ini sudah dua set kursi berhasil dijual,” beber Saipudin.

Untuk satu set kursi, Saipudin menuturkan, terdapat satu kursi panjang, dua kursi kecil dan satu meja dihargai Rp 3 juta. Sedangkan untuk satu kursi panjang Rp 1,6 juta tidak termasuk meja.

“Kita juga bisa jual terpisah. Semua tergantung permintaan, bahkan untuk model juga bisa dipesan sesuai selera dari konsumen,” tutur Saipudin.

Untuk usahanya ini, Saipudin mengatakan, telah dilalui sejak Juni 2016 kemarin. Saat ini dirinya masih kesulitan dalam masalah pengiriman, mengingat yang menginginkan hasil karya juga termasuk calon konsumen yang berada diluar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

“Kita masih sulit dalam masalah pengiriman barang, apalagi saat diminta untuk mengirim barang ini keluar negeri. Kamis sangat berharap pemerintah bisa membantu dalam persoalan ini, agar bisa diberi solusi dan jalan untuk menjadi hambatan saat ini,” ungkap Saipudin. (SYAJARUL)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>