Published On: Rab, Mei 14th, 2014
                            

BP3AKB Gelar Rakor Tim Gugus Tugas PTPPO

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Gugus Tugas Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) yang ada di Kota Tanjungpinang, Rabu (14/5) di Hotel Halim KM. 7 Kota Tanjungpinang.

Dalam sambutannya, Kepala BP3AKB Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani mengatakan, menggali permasalahan PTPPO, serta memahami modus operandus tentang PTPPO yang ada di Kota Tanjungpinang, bukanlah hal yang mudah. Maka diperlukan koordinasi yang berkesinambungan antara stake holder yang ada sekarang.

“Karena melihat jumlah KDRT (red, Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan Trafficing (red, Perdagangan Orang) sendiri pada tahun 2012 ada sebanyak 110 kasus KDRT dan 10 kasus Trafficing, pada tahun 2013 ada 46 kasus KDRT dan 2 kasus Trafficing. Tim gugus ini harus terus menekan angka itu, agar tidak meningkat,” katanya.

Selain itu, Ahmad Yani menjelaskan, modus operandus yang sering terjadi di Tanjungpinang tentang Trafficing, yakni, dijanjikan pekerjaan di Restoran padahal para pekerja itu akan dijual seperti ke Pub-Pub dan Karaoke diluar negeri.

“Cuman operandus seperti ini belum ada yang melaporkan. Kalau ada pasti kita lanjutkan ke penindakan, kami juga akan merahasiakan identitasnya jika ada yang melapor kasus Trafficing seperti itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk faktor operandus KDRT, masih kata Ahmad Yani, kebanyakan gara-gara himpitan ekonomi keluarga dan kurangnya pemahaman agama. Sehingga terjadi hal-hal yang membuat gelap mata antara suami-istri mengakibatkan timbulnya pertengkaran.

“Faktor itu memang sering kali terjadi, kalau untuk KDRT perselingkuhan lumayan jarang ditemukan,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul yang membuka acara tersebut mengatakan, penyelesaian masalah sosial masyarakat yang terjadi memang dibutuhkan koordinasi yang bersinergi.

“Saya berpesan kepada Ketua tim gugus ini, untuk bisa mengurangi aneka potensi operandus pengguna jasa TKI (red, Tenaga Kerja Indonesia), karena mengingat wilayah Tanjungpinang tempat transite TKI, berbagai kejahatan bisa saja terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Syahrul juga mengharapkan, dengan diadakannya rakor tersebut, semua stake holder yang tergabung dalam Tim Gugus PTPPO dapat bekerja maksimal, jangan hanya menyantol nama namun tidak ada action kerja.

“Memang kita harus komitmen untuk menangani masalah ini, salah satunya dengan cara penanganan korban dengan sistem koperensif. Saya juga melihat kerjasamanya ini memang sangat luar biasa cuman banyak yang gak datang hanya mewakilkan perwakilannya saja dalam rakor,” ujar Syahrul. (RNN)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>