Published On: Kam, Sep 28th, 2017
                            

Be Kraf RI Fasilitasi Daftar HKI Gratis

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Kekayaan intelektual yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi kreatif merupakan aset yang perlu dilindungi.

Produk-produk berbasis kekayaan intelektual yang dihasilkan dapat dilindung secara hukum dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hasil karya, ide dan pemikiran sangat penting untuk dilindungi, agar karya yang dihasilkan oleh individu tidak dimanfaatkan orang lain. Para pelaku ekonomi kreatif dapat semakin memiliki kesadaran mengenai pentingnya HKI untuk melindungi karya yang dihasilkan dari pemalsuan atau di klaim pihak lain,” kata Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah sebelum membuka Kegiatan Sosialisasi dan Fasilitas Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Gratis yang diprakasai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Be Kraf) Republik Indonesia (RI) di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (27/9).

Kemudian, Lis mengatakan, HKI merupakan indentitas suatu produk menuju era ekonomi kratif, lompatan dari ekonomi yang mengandalkan daya alam, pertanian, industri, teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri kreatif adalah pilar perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

“Karena itu, saya menyambut baik fasilitas HKI oleh Bekraf bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Terlebih lagi, banyak potensi ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang yang bisa dikembangkan dan tak kalah hebat dengan daerah lain, seperti TTG, logo gonggong, kerajinan tangan, hingga karya-karya seniman,” ucapnya.

Selain itu, Lis mengatakan, dengan memiliki HKI, para pelaku ekonomi kreatif bisa mendapat kepastian dan hak cipta dalam hukum. Karena itu, sangat sayang sekali jika kegiatan ini tidak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha ekraf.

“Kalau Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana membuka sentra HKI bekerjasama dengan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Kepri, ini dilakukan agar proses HKI tidak memakan waktu yang cukup panjang, melalui Kemenkumham kemudian Be Kraf merespon, sehingga ini bisa menjadi semangat bagi para pelaku ekraf untuk daftarkan HKI,” ucapnya.

Sementara dari hasil uji petik ke daerah, lanjut Walikota, pada 16 November 2016 lalu, tim assesor Bekraf dan tim pemeringkatan Kota Tanjungpinang menetapkan 3 subsektor unggulan, yaitu seni pertunjukkan, kuliner dan
fashion.

“Untuk itulah, dalam mengembangkan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kota Tanjungpinang, kita tak bisa hanya mengandalkan anggaran daerah, karena pasti sangat sulit untuk cepat berkembang, apalagi dengan kondisi keuangan saat ini, karena itu, dukungan penuh dari pemerintah pusat sangat kami harapkan,” kata Lis.

Sebelumnya, Direktur HKI Be Kraf RI, Robinson Sinaga mengatakan pada tahun ini pihaknya memberi amanah untuk memfasilitasi pendaftaran pelaku ekraf secara gratis.

Dalam sosialisasi ini, tak hanya dalam segi pembiayaan, tetapi pihaknya juga memberi masukan-masukan dan konsultasi bagi pelaku ekraf berkaitan dengan hal-hal yang perlu dilindungi HKI. “Saya berharap bapak/ibu bisa memanfaatkan fasilitas ini,” ujarnya

Sedangkan, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Be Kraf RI, Ahmad Rekotomo mengatakan Tanjungpinang Provinsi Kepri memiliki potensi pariwisata yang cukup besar untuk dikembangkan, baik itu wisata religi dan sejarah, tak menutup kemungkinan potensi olahraga perairannya pun pasti sangat luar biasa.

“Ada 3 wilayah yang menjadi target kunjungan pariwisata di Indonesia, yaitu Provinsi Bali 40 persen, DKI Jakarta 30 persen, Provinsi Kepri 20 persen, dan sisanya 10 berada di daerah lain. Ini patut di banggakan karena Kota Tanjungpinang merupakan tujuan pariwisata yang luar biasa,” katanya. (RNN)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>