Published On: Kam, Apr 30th, 2015
                            

Wajib Pajak 2015, Ada Penghapusan Sanksi Pajak

Sosialisasi Penyanderaan Pajak. Foto: Era
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak mulai melaksanakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Rabu (29/04) kemarin di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Namun, kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Riau-Kepri Ditjen Pajak, Jatnika, untuk Wajib Pajak 2015 bisa mendapatkan sanksi penghapusan pajak atau bunga jika terkena denda terlambat membayar pajak ke Kantor Wilayah Riau-Kepri.

“Dengan Motto ‘Reach the Unreachable, Touch the Untoushable’, Ditjen Pajak akan memberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajaknya,” ucap dia kepada KepriDays.com.

Selain itu, lanjut Jatnika, pada tahun pembinaan wajib pajak saat ini, pihaknya menujukan pada kelompok wajib pajak terdaftar yang telah menyampaikan SPT, maupun yang belum menyampaikan SPT serta kelompok orang pribadi atau badan yang belum terdaftar sebagai wajib pajak.

“Selama tahun pembinaan wajib pajak 2015, Ditjen Pajak memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mendorong wajib pajak untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan NPWP, menyampaiakan SPT serta melakukan pembayaran pajak,” ujarnya.

Akan hal itu juga, Jatnika menambahkan, pemerintah harus mendukung pelaksanaan tahun pembinaan wajib pajak ini, karena pemerintah sendiri telah menerbitkan payung hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi sebagai akibat dari keterlambatan penyampaian SPT.

“Adapun peraturan itu adalah pembetulan SPT, dan keterampilan dan keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak. Dan pencanangan tahun 2015 sebagai tahun pembinaan wajib pajak yang merupakan sebagian dari strategi pengamanan, serta target penerimaan sebesar Rp. 1,295 triliun yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi berdasarkan pihak ketiga,” ungkapnya.

Sementara adapun yang dimaksud pihak ketiga tersebut, masih kata Jatnika, adalah data dari PPATK, OJK, BI, BPN, Kementerian dan Lembaga yang terkait. Maka dari itu, Ditjen Pajak berharap kepada masyarakat mendukung suksesnya Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 saat ini.

“Saya berharap dapat mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, pelaku bisnis dan stakeholders untuk mendukung kebijakan ini guna pencapaian kemandirian pembiayaan pembangunan nasional, karena Pajak adalah Milik Bersama,” tutupnya. (ERA)

269 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>