Published On: Ming, Apr 2nd, 2017
                            

TPID Tanjungpinang Jajakan Kerjasama ke Sumut

Syarul saat kunjungan ke sumut.jpg.jpeg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Dalam upaya antisipasi lonjakan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang melakukan penjajakan kerjasama pada dua daerah sentra komiditi sayur dan buah di Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, Ahad (02/4).
Penjajakan kerjasama tersebut dilakukan oleh Tim TPID Kota Tanjungpinang dipimpin Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul didampingi Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan Ali Hisyam, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan Robert Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Raja Khairani dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang, Juramadi Esram.

Menurut Syahrul, bahwa inflasi yang stabil dan tidak besar membuat daya beli masyarakat bertambah tinggi. Kota Tanjungpinang melalui TPID telah berhasil menekan angka inflasi sejak tahun 2014 pada angka 7,49  menjadi 3,06 pada tahun 2016.

“Pada tahun 2016 ini juga TPID Kota Tanjungpinang berhasil menjadi nominator TPID terbaik pada Rakornas TPID. Upaya- upaya yang dilakukan TPID untuk menekan inflasi dengan mengelola ekspektasi melalui berbagai media, melakukan upaya kestabilan harga komoditas volatile food, meredam gejolak harga melalui konsolidasi rencana aksi oleh instansi terkait,” ucap Syahrul.

Selain itu, Syahrul mengatakan, capaian inflasi Tanjungpinang terjangkau pada target inflasi nasional tahun 2017 sebesar 4% serta menyusun roadmap pengendalian inflasi Kota Tanjungpinang. Terkait hal tersebut dalam 2 tahun terakhir cabai merah dan cabai rawit merupakan komoditas penyumbang inflasi yang dominan di Tanjungpinang.

“Untuk itulah tim melakukan penjajakan ke daerah surplus cabai khusunya serta sayur dan buah dalam upaya antisipasi ketidak stabilan harga,” ujar Syahrul.

Sementara kehadiran tim disambut antusias oleh kedua Pemerintah Batu Bara dan Pemerintah Karo serta masyarakat dan para petani sayur dan buah. Wakil Walikota Batu Bara, RM. Hari Numengroho mengharapkan kerjasama antara Pemkab Batu Bara untuk cabai dapat segera dilaksanakan.

“Mengingat harga cabai di daerah ini masih rendah pada saat panen raya hanya Rp. 7.000 per kilogram, sedangkan saat ini cabai merah diharga Rp. 10.000 per kilogram. Dengan adanya kerjasama ini akan membantu para petani dan juga Kota Tanjungpinang,” ujar Hari. (RNN)

275 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>