Published On: Jum, Jun 3rd, 2016
                            

Terlibat Ilegal Fishing, Dua WNA Dijerat Pasal Berlapis

Terdakwa Ilegal Fishing dijerat pasal berlapis. Foto :  Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi terdakwa perkara dugaan keterlibatan Ilegal Fishing didaerah Kabupaten Bintan, yakni, Juan Domingo Nelson (57) warga Chili dan Gonzalez Cirilo Ramon (58) warga Argentina, dijerat dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Sebab, kedua terdakwa telah tertangkap oleh TNI Angkatan Laut saat diduga melakukan Ilegal Fishing di perairan Indonesia wilayah Berakit Kabupaten Bintan.

“Kedua terdakwa dijerat pasal berlapis,” kata JPU Yuri Prasetya didamping JPU Yatie, saat membacakan dakwaannya secara bergantian, Kamis (02/06) malam kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Selain itu, Yuri menguraikan dan menyatakan, kedua terdakwa dengan sengaja melakukan atau turut serta melakukan perbuatan memiliki, menguasai, membawa dan atau alat bantu penangkap ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan.

“Perbuatan kedua terdakwa melanggar dan diancam pidana dalam pasal 85 Jo Pasal 9 UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP yang merupakan dakwaan Primer,” ujar Yuri.

Sementara dalam dakwaan Subsider, Yuri menyatakan, kedua terdakwa dengan sengaja melakukan atau turut serta melakukan perbuatan mengoperasikan kapal pengangkap ikan berbendera asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang tidak membawa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) asli.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana pada pasal 93 ayat 4 Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” terang Yuri.

Atas dakwaan tersebut, kedua terdakwa yang tidak didampingi oleh kuasa hukumnya menyatakan mengerti atas dakwaan yang dakwakan kepada mereka.

Oleh karena itu, Ketua Majelis Hakim, Acep Sopian Sauri didampingi dua hakim anggota Syafri Yulis dan Imam Bustan, menunda jalannya sidang untuk dilanjut pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi penangkap.

Untuk lebih diketahui, kedua terdakwa merupakan Nahkoda dan Chief Engginering dari kapal FV Viking yang merupakan Kapal Buronan Interpol Norwegia yang diduga melakukan berbagai kejahatan yang yang berhasil ditangkap oleh tim gabungan TNI AL di perairan Tanjungberakit, Kabupaten Bintan, pada Kamis (25/2) lalu.

Setelah ditangkap, kapal itu kini telah diledakkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI beberapa waktu lalu dan dijadikan monumen kapal di perairan Pangandaran Jawa Barat. (YULI)

252 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>