Published On: Sel, Apr 4th, 2017
                            

Terdakwa Penggelapan Duit Miliaran Dituntut Ringan

Dua terdakwa penggelapan.jpg.jpeg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Dua terdakwa kasus dugaan penggelapan duit sekitar miliaran rupiah dituntut ringan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam Rumondang Manurung, Selasa (04/04) siang di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Adapun dua terdakwa itu, yakni, Tujo Prabowo bin Sutarjo alias Abu Umar alias Hammad Malik selaku Komisaris selama 2,3 tahun penjara dan Hadi Suyitno bin Mustawar selaku Kuasa Direktur PT. Mardhatillah Indo Persada selama 1,3 tahun penjara.

Sedangkan dalam dakwaannya, Rumondang mengatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan kenapa berbeda tuntutan terhadap kedua terdakwa, Rumondang menjelaskan, karena uang yang digelapkanya berbeda-beda. Dimana terdakwa Tujo Prabowo menggelapkan uang hasil penjualan rumah sebesar Rp. 900 juta dan Hadi Suyitno Rp. 100 juta.

“Uang Rp. 100 juta yang digelapkan oleh terdakwa Hadi digunakan untuk pekerjaan pemotongan tanah,” kata Rumondang.

Maka dari itu, Rumondang melanjutkan, tuntutan terhadap terdakwa Hadi Suyitno lebih ringan dari terdakwa Tujo Prabowo. Sebab ada yang mengetahui hal itu, yakni, Salman sebagai operator beko.

“Jika Salman bisa dihadirkan selama persidangan untuk dijadikan sebagai saksi, maka terdakwa Hadi Suyitno dapat dibebaskan. Karena tak bisa dihadirkan, ya terdakwa Hadi jadi menahan akibatnya sendiri,” ujar Rumondang usai sidang.

Kemudian, Rumondang mengatakan, uang Rp. 900 juta yang digelapkan terdakwa Tujo Prabowo, digunakan sendiri. Dan itu telah diakui oleh saksi akuntan independen Fitri dipersidangan, bahwa temuan audit terdapat unsur-unsur penyimpangan.

“Penyimpangan itu berupa penggelapan dan kecurangan atas penerimaan penjualan unit rumah yang dilakukan masing-masing oleh Abdul Haq selaku penanggungjawab Yayasan Darussalam Assunah Batam sebesar Rp. 13.364.697.432,” terang Rumondang.

“Sedangkan kedua terdakwa adalah merupakan marketing penjualan rumah, yang disahkan oleh PT Sere Trinitas Pratama ke PT. Mardhatillah Indo Persada kemudian disahkankan lagi ke Yayasan Darussalam Assunah Batam,” tambah Rumondang.

Sementara usai persidangan itu, Penasehat Hukum kedua terdakwa langsung mengajukan pembelaan karena masa tahanan terdakwa hampir habis dan Majelis Hakim mewacanakan pada persidangan Kamis mendatang menentukan putusan. (INDRALIS)

426 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>