Published On: Sel, Okt 24th, 2017
                            

Syahrul Hadiri Rakornas Pilkada Serentak 2018

Wp image 789351930..jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Jakarta, KepriDays.com – Wakil Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul menghadiri  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, Senin (23/10) di Hotel Kartika Chandra, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan kemarin.

Pemilihan Kepala Daerah serentak akan digelar 27 Juni 2018 untuk memilih Kepala Daerah di 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten di Indonesia.

“Pilkada serentak 2018 harus berjalan lancar, aman dan kondusif serta memegang rambu-rambu yang ada. Karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan rakornas ini, dalam rangka menyukseskan Pilkada serentak 2018,” ujar Syahrul.

Selain itu, Syahrul mengatakan, dari pembahasan rakornas, seperti yang diutarakan Menteri Polhukam RI, memprediksi ancaman yang menjadi potensi dalam pelaksanaan Pilkada, seperti masalah money politik, netralitas ASN, maupun masalah ketaatan petugas dalam penyelenggara Pilkada serentak.

“Petugas KPU, Panwaslu dan Banwaslu harus taat azas dan tidak memihak ke sana kemari, begitu juga ASN harus benar-benar netral, dengan begitu Pilkada 2018 menjadi pesta demokrasi yang bermutu. Petugas harus konsisten agar tidak terjadi permasalahan tersebut, sehingga terciptanya pemilihan pemimpin yang berkualitas,” ucapnya.

Karena itu, Syahrul mengingatkan kepada seluruh petugas penyelenggaraan pemilu dapat mengimplementasikan hasil rakornas kepada seluruh masyarakat.

Sementara Direktur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono menyampaikan permohonan maaf Mendagri Tjahjo Kumulo karena tidak bisa membuka rakornas ini seperti yang dijadwalkan. Namun Mendagri yang akan menutup rakornas pada sore hari.

“Beliau berhalangan hadir, karena mendapat panggilan dari Komisi II DPR RI terkait Perppu Nomor 2 (Ormas), untuk itu beliau menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya sebelum membuka Rakornas.  

Sumarsono menjelaskan kerawanan yang mungkin terjadi pada Pilkada Serentak 2018. Kerawanan tersebut, kata dia, perlu di antisipasi dari sektor politik, hukum dan keamanan.

“Dari faktor keamanan, terorisme, separatisme, radikalisme, unjuk rasa, konflik komunal, dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara, Menteri Polhukam RI, Wiranto mengatakan, Pilkada sejatinya sedang memilih pemimpin masa kini dan masa depan, betapa pentingnya posisi pilkada ini dalam eksistensi sebagai bangsa.

“Maka tidak boleh main-main dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Karena itu, persiapan untuk pilkada harus betul-betul dilakukan secermat-cermatnya. Pilkada itu akan menentukan nasib bangsa Indonesia, jatuh bangunya negara, jatuh bangunnya kelompok komunitas sosial masyarakat adalah pemimpinnya,” kata Wiranto. (RNN)

83 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>