Published On: Ming, Apr 9th, 2017
                            

Sukses Bersama Proktor untuk UNBK

Dian Fadillah. Foto : Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Dian Fadillah, S.Sos
PEMERHATI JALAN-JALAN

Genderang Ujian Nasional tahun ini sudahpun dimulai yang diawali oleh SMK UN-BERBASIS KOMPUTER “UNBK” pada Senin s/d Kamis (03 s/d 6 April 2017) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta Teori Kejuruan akan menghiasi detik, menit, jam dan hari di awal April ini.

Ujian tahun ini agak berbeda dari beberapa tahun sebelumnya karena Tahun ini Proktor sebagai tenaga skill power dan teknisi bertugas mempersiapkan perangkat PC/IT khusus server yang digunakan oleh client (siswa) sekaligus mengatasi kendala aplikasi yang terjadi selama proses ujian berlangsung bersama dengan pengawas silang dari sekolah lain.

Proktor, Pengawas dan teknisi secara bersama sama mengawasi UNBK agar terlaksana dengan lancar sebagaimana yang disampaikan pada hari pertama UNBK dilaksanakan Hari Senin 03 April 2017 oleh Herdiansyah Amanu, M.I.Kom dan Surahman.

Aktivitas ujian saat ini difocuskan di labor Sekolah melingkupi labour Teknisi Komputer Jaringan, Labour Multimedia, Labour Rekayasa Perangkat Lunak, Labour Animasi dan ada juga menggunakan Labour Usaha Perjalanan Wisata, Labour Pemasaran dan Labour Administrasi Perkantoran dengan pembagian kelompok dalam bentuk Sesi ada yang 2 dan ada sampai 3 Sesi (07.30-09.30, 10.30-12.30, dan 14.00-16.00).

UNBK yang dilaksanakan tahun merupakan kemajuan dalam bidang pendidikan terutama Infornatika Teknologi berkelanjutan dari Paper Test di UN / UNAS sebelumnya. UN pada prinsipnya adalah Sistem Evaluasi standar sebuah pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas di Indonesia.

Pola ini sudah dilakukan secara terarah berdasarkan Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk Akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan yang pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.

Tentunya Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan yang dimaksud adalah penentuan nilai batas (cut off score) dalam lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu.

Nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus yang dikenal oleh dunia pendidikan sebagai “Batas Kelulusan” bermanfaat dalam pengaturan standar ujian akhir dengan adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum serta adanya standar yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standar minimum pencapaian kompetensi.

Saat ini dunia pendidikan boleh berlega hati karena momok Ujian Nasional tidak lagi seperti itu. Mengapakah demikian karena saat ini sekolah diberikan kesempatan untuk menentukan kelulusan peserta didik disamping nilai UNBK. Bekal keilmuan dan pengetahuan dengan pemadatan pembelajaran dan terobosan untuk tidak takut menghadapi “UN” sudahpun dilakukan agar ketakutan nmengahadapi UN itu hilang dari pikiran meskipun tetap ada seperti dahulu.

Media komunikasi pendekatan agama juga tidak lupa dilakukan Sekolah dengan mengajak melakukan pendekatan kepada Sang khalik dan kunjungan panti asuhan secara bersama. Secara harfiah ikhtiar maksimal sudahpun dilakukan tinggal berusaha serius melaksanakan Ujian pada waktunya. Tidak ada alasan lagi unuk takut UN.

Itu hal penting yang perlu kita berikan penegasan dan penjelasan detail bahwa UN sebagai muara dari sebuah proses pembelajaran berkelanjutan merupakan hal yang wajar untuk disikapi dengan melakukan persiapan-persiapan yang mendukung termasuk secara private (pribadi). Tidak ada kata tidak mau ikut, berhenti di tempat apalagi “mundur’.

UN sudah berjabat tangan menunggu kedatangan siswa siswi harapan bangsa di labour untuk SMK bisa setahun lamanya UN merindukan kedatangan anak didik tercinta. Dari jadwal yang sudah ditetapkan saat ini tentunya merupakan pelaksanaan ujian secara terjadwal sehingga berikutnya akan diikuti oleh SMA Sederajat juga sudah harus bersiap-siap dengan siaga 1 bertempur dan berjuang dengan mandiri dan menggunakan kemampuan diri sendiri.

UN adalah ajang private examination yang harus dihadapi dengan gagah berani. UN yang akan dilakukan harus lah dengan kemampuan diri yang kuat. Kalimat yang harus ada saat ini adalah “Saya berani menghadapi UNBK” sehingga mampu berpikir sendiri dengan strategi yang mapan dan tidak berharap jawaban dari orang lain: Pelajaran-pelajaran yang diujikan harus dipahami secara terjadwal sehingga dapat mengukir prestasi besar sebagai hasil penentu kehidupan selama 3 tahun ini untuk masa depan.

Berdasarkan pendapat masyarakat sekitar sangatlah bervariasi tentang UN ataupun UNBK. Merujuk pada pendapat yang disampaikan oleh seorang alumni SMK Negeri 1 Tanjungpinang Andhri Muchlis bahwa nilai pada pada saat ini sekaligus menentukan kemampuan tidaklah semenakutkan dulu waktu saya sekolah.

Apakah setelah lulus mereka hanya mampu bekerja saja atau sekaligus dapat berjuang untuk dapat bersaing untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Universitas ataupun Sekolah Tinggi (dalam daerah,diluar kota atau di luar negeri). Sebagai kakak kelas Mellyana Anggraini juga berpendapat bahwa nilai tinggi penting karena itu salah satu syarat untuk bisa memasuki Perguruan Tinggi Negeri ternama Indonesia.

Anak- anak sekolah sekarang itu sekarang enak betul karena tidak terlalu pusing dalam menghadapi UN karena proses kelulusan itu sendiri melalui Sekolah. Sekolah tidak akan tinggal diam membiarkan anak didiknya tidak lulus begitu saja. Pihak sekolah dengan standar kelulusan yang ditentukan. Kalau kami dulu untuk menghadapi UN saja sampai tidak bisa tidur, makan minum tidak enak dan pikiran menerawang tentang soal dan tingkat kesulitan soal yang keluar.

STT (Stres Tingkat Tinggi) sampai sampai Setelah UN selesaipun kami harus berpikir “Lulus atap Tidak”, pokoknya pusing tujuh keliling. Terkhusus adek kelas yang masih dalam sumber daya yang produktif secara sosial-ekonomi harus memiiliki target mencapai prestasi yang hebat yang tidak telepas demi keinginan untuk pendidikan yang lebih tinggi.

Segenap upaya dan usaha dilakukan untuk mengwujudkan maksimalnya pelaksanaan ujian meliputi Kesehatan fisik agar fit terus, Kesehatan mental (jiwa) mencakup pikiran, emosional, dan spiritual dalam cara berpikir menjawab setiap soal yang diberikan serta Emosional yang tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan pilihan dengan control emosinya yang mendasar selama proses ujian berlangsung termasuk yang tercermin dalam mengekspresikan rasa syukur, kepercayaan dan sebagainya.

Yakinlah untuk semua peserta yang ujian bahwa panitia, teknisi dan pengawas di labour dapat memberikan kenyamanan dan keramahan yang diharapkan secara maksimal sehingga siswa dapat menhasilkan prestasi membanggakan diri pribadi, orang tua dan sekolah sehingga dapat meraih sukses dimasa depan.

Tidak ada yang perlu ditakutkan untuk UNBK! Ayo Kita Sukseskan Pendidikan dengan cara mensukseskan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017 ini bahwa Kita berharap agar kesuksesan bersama setiap sekolah dimana Proktor, teknisi dan Pengawas silang UN-BERBASIS KOMPUTER demi Berprestasi yang gemilang untuk Kepri. ***

190 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>