Published On: Kam, Apr 28th, 2016
                            

Sidang Wardiaman, Jaksa Hadirkan Direktur PT Kinco Prima

Sidang lanjutan kasus pembunuhan Dian Milenia. Foto : Indralis
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Dian Milenia (16) siswi SMAN 1 Batam atas nama terdakwa Wadiaman, Kamis (28/04) belum lama ini, jaksa menghadirkan bos tempat terdakwa bekerja, yakni, Direktur PT Kinco Prima bernama Sugianto.

Bahkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani Imanurel Ginting juga menghadirkan Jhony selaku Supervisor Admin dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Zulkifli didampingi oleh Hakim Anggota Iman Budi dan Hera Pilosia di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam kesaksiannya, Sugianto mengatakan, polisi mendatangi kantornya untuk meminta data absensi terdakwa selama bulan Agustus, September, Oktober 2015.

Kemudian, sekitar dua hari setelah polisi mengambil absensi, Sugianto mendapat kabar kalau karyawannya itu ditangkap oleh polisi. Saat ditangkap, terdakwa menelepon kepadanya.

“Ardin (red, Wardiaman) menelpon saya saat dia ditangkap. Dia meminta kepada saya untuk mencari pengganti dirinya sementara, setelah itu terputus,” kata Sugianto.

Karena karyawannya ditangkap oleh polisi, Sugianto berinisiatif untuk melihat terdakwa di kantor polisi. Saat itu, ia melihat Wardiaman ditanya-tanya oleh penyidik polisi. Tapi sebelum pulang, ia diminta untuk jadi saksi saat terdakwa diambil rambut, air liur, dan lainnya.

Setelah itu, Sugianto menyebutkan Wardiaman bercerita kepadanya bahwa dia dipukul oleh polisi. “Wardiaman juga mengatakan kalau ia dihipnotis, sebab saat bangun sudah tidak ingat apa-apa lagi,” terang Sugianto.

Sementara saksi kedua, Jhony mengatakan, pada hari Sabtu 26 September 2016, terdakwa menghubunginya melalui handphone yang mengatakan bahwa terdakwa izin terlambat masuk kantor dengan alasan ingin mengantar istri untuk berobat.

Setelah itu pada pukul 08.30 Wib, Jhony menghubungi Wardiaman untuk menanyakan keberadaannya, sebab ada konsumen yang akan mengambil semen di pabrik Sekupang.

“Saat saya telpon, dia mengatakan tidak ke kantor dan dia langsung ke pabrik Sekupang. Sehari itu saya tidak ada bertemu, hanya komunikasi di telpon,” kata Jhony.

Sementara Bani Imanuel Ginting memperlihatkan beberapa barang yang biasa digunakan oleh terdakwa selama bekerja seperti jaket, masker, celana, tas dan sepatu.

“Saya pernah lihat tas hitam selempang, jaket hitam, masker hitam, sepatu kulit hitam,” terang Jhony.

Setelah itu sidang pun kembali ditunda dan akan dilanjutkan pada pekan depan. (INDRALIS)

474 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>