Published On: Sel, Sep 12th, 2017
                            

Sepekan Terakhir Matahari Mengalami Gejolak Hebat

Wp image 1071934343.jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Dunia, KepriDays.com – Matahari bergejolak hebat dalam sepekan terakhir. Hanya dalam rentang tiga jam, Rabu pekan lalu, dua semburan radiasi (solar flare) meledak dari bintik raksasa di permukaan matahari.

Kedua ledakan energi itu masuk kategori X ukuran badai matahari terkuat yang dapat memicu gangguan pada komunikasi radio dan navigasi. Ledakan radiasi yang kedua bahkan menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Ledakan energi sekuat itu berpotensi membawa kerusakan pada satelit dan Stasiun Antariksa Internasional di orbit bumi. Namun, untunglah, Badan Antariksa Amerika Serikat memastikan stasiun dan awaknya dalam keadaan baik.

“Tak ada dampaknya pada kru dan pengoperasian stasiun. Seluruh perangkatnya juga baik-baik saja,” kata juru bicara NASA, Dan Huot, seperti ditulis Space, Jumat pekan lalu.

Sumber ledakan energi matahari raksasa kali ini berasal dari area 2673, bintik raksasa yang lebarnya mencapai 89 ribu kilometer yang setara dengan tujuh kali diameter bumi. Kawasan yang dikenal aktif ini mulai bergejolak pada Senin lalu, melepaskan gelombang radiasi dan plasma ke arah bumi.

Kekuatan ledakannya melejit mencapai X2,2 atau tingkat 2,2 di kategori badai matahari terkuat (X). Bahkan selanjutnya, Pusat Pengukuran Cuaca Antariksa Amerika Serikat (SWPC) mencatat energi ledakan mencapai X9,3.

Ini ledakan yang terbesar. Terakhir ledakan yang mencapai X9 terjadi pada 2006. Bintik matahari ini tercatat melepaskan enam ledakan besar. Seiring dengan sejumlah ledakan itu, dua plasma energi melejit dari area 2673.

Diperlukan waktu sekitar tiga hari bagi gelombang energi ini untuk mencapai bumi. Namun penghuni bumi mendapatkan cukup perlindungan dari atmosfer dan medan magnet yang menghalangi laju energi merusak ini. Saat menghantam atmosfer, plasma matahari ini memicu aurora alias riak cahaya di kedua kutub bumi.

Semburan matahari meledak ketika medan magnet, energi yang menciptakan bintik (sunspot) di permukaan bintang itu, tarik-menarik dan bertubrukan. Ledakan itu memancarkan energi yang sangat besar dan memanaskan permukaan matahari. Saat ledakan terjadi, matahari juga bisa memancarkan plasma berkekuatan tinggi atau coronal mass ejection (CME).

Bintik matahari sebenarnya adalah wilayah dengan suhu lebih dingin dari permukaan bintang yang berkisar 5.500 derajat Celsius.

Penampakannya juga lebih gelap daripada daerah di sekitarnya. Namun kawasan ini memiliki medan magnet yang sangat kuat. Medan magnet ini berfluktuasi dalam siklus bintik matahari 11 tahun.

“Saat ini sebenarnya siklusnya menuju minimum, jadi sangat menarik ketika ada semburan kategori X yang muncul,” kata Rob Steenburgh, ilmuwan dari SWPC.

Bumi punya sejumlah pengalaman buruk ketika menghadapi energi semburan matahari. Sistem komunikasi dan pembangkit listrik menjadi sistem yang paling rentan rusak.

Semburan matahari kategori X pekan lalu sempat mengganggu sistem komunikasi dan navigasi. Plasma energi yang muncul bersamaan dengan semburan matahari pada 2006 juga mengganggu sinyal global positioning system.

Pada 2003 juga terjadi ledakan kategori X yang lebih besar. Saking kuatnya, sensor penghitung mati saat melakukan pengukuran. Pengukuran saat itu mencapai X28 sebelum sensornya mati. Hasil analisis susulan dari NASA menunjukkan bahwa kekuatan semburan matahari itu mencapai X45. (TIM REDAKSI)

215 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>