Published On: Ming, Apr 19th, 2015
                            

Sebelum Terima Transfusi Darah Harus Lakukan Ini

Ilustrasi Kantong Darah. Foto: Ist/Net
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Peneliti dari Eijkman Institute for Moleculer Biology, Meta Dewi Thedja menyarankan, pengecekan ulang darah yang akan ditransfusikan ke dalam tubuh harus dilakukan.

Sebab, kata dia, tak semua darah bersih dari penyakit, khususnya virus hepatitis B (HBV). “Penelitian kami menemukan virus bermutasi dan dapat menyamarkan diri,” ujarnya, Ahad (19/08) seperti dikutip dari berbagai sumber.

Selain itu, menurut dia, cara yang paling ampuh untuk mengecek darah tersebut adalah lewat Nucleic Acid Amplification Test (NAT) atau pengujian screening molekuler yang dimodifikasi untuk donor darah. Cara ini diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2005.

Cara ini diklaim lebih cepat dan memiliki sensitivitas lebih tinggi ketimbang metode serologi yang umum dipakai di rumah sakit di Indonesia. Seperti NAT, metode serologi juga merupakan metode penyaringan darah. Bedanya, serologi tidak menggunakan reagen yang membuat screening lebih sensitif.

“Metode NAT pun tak menghabiskan waktu yang lama. Metode ini hanya akan menghabiskan waktu selama 2 jam, sementara serologi dua kali lipatnya,” kata dia.

Bahkan cara tersebut terbukti lebih efektif untuk mendeteksi virus hepatitis B yang tersamar. Dari 7310 sampel darah dari bank darah Palang Merah Indonesia yang sebelumnya dinyatakan bebas virus, ternyata ada 33 persen sampel yang masih menyimpan virus hepatitis B.

“Karena mutasi, virus ini jadi tersamar,” kata Yuyun Soedarmono, peneliti dari Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan.

Hanya, kata Yuyun, memang biaya pengujian ini cukup mahal. “Sekitar Rp. 650 ribu persampel,” kata Yuyun, yang juga pernah menjabat Direktur Unit Donor Darah PMI. Sedangkan biaya serologi Rp. 200 hingga Rp. 300 ribu.

Dia pun menjelaskan, tak semua rumah sakit di Indonesia memiliki teknolgi untuk menerapkan metode NAT. Dari 211 unit transfusi darah yang berada di bawah naungan PMI, baru delapan unit yang mampu melakukan metode NAT. Di antaranya UDD PMI Pusat, DKI Jakarta, Bandung, Semarang dan Makassar.

Meski begitu, Yuyun menyarankan, semua orang untuk menerapkan metode NAT sebelum menerima transfusi darah. “Lebih baik mahal saat pengecekan ke timbang saat sudah menerima darah mengalami sakit,” ujarnya. (TIM REDAKSI)

242 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>