Published On: Ming, Okt 9th, 2016
                            

Santos Minta Maaf, Pengamat Pendidikan: Hukum Harus Tetap Berjalan

basecamp. Foto: Reski
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
event "Back to School" di Cafe Basecamp. Foto : Ist

event “Back to School” di Cafe Basecamp. Foto : Ist

Tanjungpinang, KepriDays.com – Terkait Pemilik Cafe Basecamp, Santos, telah meminta maaf kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang soal event “Back to School”, Jum’at (07/09) lalu di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Pengamat Pendidikan senior di Provinsi Kepulauan Riau, Arif Rasakan, memandang kurang efektif jika hanya maaf yang diberikan. Harusnya, hukum tetap berjalan, mengingat hal ini telah sampai ke ranah hukum dan tindakan yang dilakukan pihak Basecamp nyata telah mencoreng dunia pendidikan.

“Sebagai manusia memang memaafkan sangat bagus, tapi hukum juga harus bejalan dong. Sudah jelas kok mereka mencoreng dunia pendidikan, mana efek jeranya? kalau begitu semua orang bisa lakukan dan akhirnya tinggal minta maaf saja, selesai perkara,” ujar Arif Rasakan saat dihubungi beberapa media, Sabtu (8/10/2016).

Selain itu, Arif mengaku kurang setuju dengan Pemkot Tanjungpinang dan PGRI Tanjungpinang, yang gampang sekali memberikan maaf kepada pihak Basecamp dan bahkan menghentikan proses hukum.

“Itu jelas salah, ya maaf boleh diterima tapi hukum nya dong, masa berhenti juga,” tuturnya sambil tertawa.

Namun, Arif mengatakan, memang tidak bisa berbuat apa-apa jika Pemko dan PGRI telah berkata demikian sebagai wakil Dunia Pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Hal ini pun diakui oleh Ketua PGRI Tanjungpinang, Encik Badul Hajar, bahwa dia mewakili semua guru di Tanjungpinang telah memaafkan pihak Basecamp.

“Tapi dengan syarat, mereka berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan mau bersahabat dengan dunia pendidikan. Makanya, kami sebagai guru mendengar seperti itu merasa tidak perlu dibesar-besarkan lagi dan menerima maaf mereka,” ujar Encik.

Terkait laporan yang telah dilayangkan pihak PGRI ke pihak Kepolisian dengan tuduhan “Pelecehan Dunia Pendidikan” kata Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 tersebut, itu hanyalah laporan lisan saja, belum terlalu serius.

“Laporan kita hanya lisan saja, untuk lebih lanjutnya kita serahkan kepada kepolisian apakah ada unsur pidana atau tidak,” ujar Encik. (RNN)

287 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>