Published On: Sel, Okt 7th, 2014
                            

Sanggar Seni Menebuk Modernisasi

Dian Fadilah. Foto: Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
DIAN FADILLAH, S.Sos
Sekretaris Dewan Seniman Kota Tanjungpinang

Sanggar adalah suatu tempat atau sarana yang digunakan oleh suatu komunitas atau sekumpulan orang untuk melakukan suatu kegiatan. Selama ini suatu tempat dengan nama “sanggar” biasa digunakan untuk kegiatan sebagai berikut:

1. Sanggar tempat ibadah, yaitu halaman belakang rumah tempat ibadah (tradisi masyarakat Jawa zaman dulu).

2. Sanggar tempat Seni, yaitu tempat untuk belajar seni (lukis, tari, teater, musik, kriya/kerajinan dan banyak lagi).

3. Sanggar tempat kerja, yakni tempat untuk bertukar fikiran tentang suatu pekerjaan.

4. Sanggar anak, yaitu tempat untuk anak-anak belajar suatu hal tertentu di luar kegiatan sekolah.

Selain sanggar ada juga istilah lain yaitu kursus yang merupakan salah satu lembaga pelatihan yang termasuk ke dalam jenis pendidikan non-formal, sehingga hal ini kadang menimbulkan kerancuan pemahaman tentang sanggar dan kursus, untuk membedakan hal tersebut dapat kita lihat dalam penjelasan di bawah ini.

Sedangkan pengertian sanggar dan kursus, yaitu sama-sama merupakan lembaga pelatihan dan keduanya termasuk kedalam jenis pendidikan non-formal, namun antara sanggar dan kursus memiliki perbedaan, adapun perbedaan tersebut adalah:

1. Kursus biasanya hanya mencakup proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar, sedangkan sanggar mencakup seluruh proses dari awal hingga akhir yaitu mencakup proses pengenalan (biasanya melalui workshop/pelatihan singkat), pembelajaran, penciptaan atau membuat karya dan produksi.

Contohnya, pembelajaran melukis, membuat karya lukis kemudian pameran, penjualan/pelelangan semua dilakukan di dalam sanggar. Untuk sertifikat sebagian besar sanggar biasanya tidak memberikan sertifikat, kecuali pada sanggar-sanggar tertentu yang memang memiliki program untuk memberikan sertifikat pada peserta didiknya.

2. Kursus biasanya menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dalam waktu singkat (kursus menjahit, selama 3 bulan/50 jam), jadi pesrta pelatihan dalam lembaga kursus tersebut hanya menjadi anggota selama 3 bulan saja, setelah itu peserta mendapat sertifikat dan keanggotaan kursus berakhir, sedangkan pada sanggar seni memiliki masa keanggotaan lebih lama.

Bahkan terkesan tidak ada batas waktu keanggotaan.
Apabila kita tentang sanggar merupakan suatu tempat yang dijadikan tempat berkumpulnya beberapa orang. Orang-orang yang positif. Mengapa dianggap positif? untuk Apabila kita bicara sanggar, maka yang dapat dibayangkan adalah adanya kegiatan tentang kedahuluan yang kegiatannya dan nuansanya pun jadul.

Bagaimana membuat minat dan bakat di benak anak anak muda? anak muda saat kecenderungannya sangat menyukai kegiatan yang bernuansakan musik dan seni yang keras seperti rock and roll dan metal. Sebagai orang yang kuat dengan kepedulian kedaerahannya tentunya kita berpikir bagaimana untuk menarik minat dan bakar mereka agar menyukai kegiatan yang ada di sanggar?

Inovasi-inovasi yang perlu dilakukan diantaranya adalah:

1. Sanggar sebagai komunitas budaya yang dapat menarik dan mencuri perhatian anak muda dan remaja.

2. Inovasi dalam kegiatan, gaya dan ajakan kepada orangtua dan anak.

3. Promosi dan Negosiasi dengan pihak ketiga demi penampilan yang berkelanjutan.

Sementara sebuah sanggar seni seharusnya dapat melihat peluang dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Apakah itu kemungkinan-kemungkinan kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan oleh pemerintahan atau pihak swasta. Kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan pelatihan-pelatihan pelajar, mahasiswa dan remaja dalam pengambilan nilai Seni budaya, Mulok (Muatan Lokal) atau permintaan-permintaan dari Pemerintah Daerah.

Sebagainana yang disampaikan Datuk Setia Amanah Provinsi Kepri, HM. Sani pada acara Festival Musik, tari dan lagu melayu tingkat Provinsi Kepri yang dilaksanakan Lembaga Adat Melayu pada Hari Sabtu 27 September 2014 kemarin di Gedung Daerah. Ia menghimbau kepada semua pihak mendukung program pemerintah daerah Provinsi Kepri di bidang seni budaya dengan memasukkan unsur-unsur tari musik dan lagu dalam setiap kegiatan yang disampaikan untuk pihak pemerintah atau swasta.

Kepeduliann terhadap seni budaya seharusnya melekat kepada setiap orang, tapi apakah berani mengambil langkah maju yang positif untuk berbuat seperti beberapa orang muda yang sudah membuat komunitas seni budaya sebagai tempat berkumpul dan bekreasi?

Diketahui banyak orang yang hanya pandai mengatakan ini salah itu salah, tapi apakah mereka berbuat, apalagi apakah mereka memahami keluhan atau complaint yang disampaikan? sebagai contoh mengatakan bahwa suatu penampilan tari disebut salah, apakah mereka tahu aturan tradisi dan apakah batasan dengan tari wajib apalagi tari kreasi?

Takutnya mereka tidak tahu sedikitpun tentang bidang itu tapi bergaya sok pintar dan sok tahu. Maka pembentukkan sebuah komunitas harus diawali dengan kesesuaian dan kesepakatan bersama yang siap dilaksanakan bersama sebagaimana yang dilakukan oleh salah satu Sanggar di Tanjungpinang yakni, sanggar Lembayung dan beberapa sanggar yang lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Sanggar itu terbentuk karena kesepakatan dari pihak-pihak yang memiliki persamaan visi dan misi dalam melestarikan, mengembangkan seni serta budaya melayu dan sampai dengan saat ini kegiatannya sudah mulai berkembang bukan hanya pada kegiatan tari saja, tetapi sudah berkembang pada bidang yang lebih luas lagi yaitu teater, kabaret, puisi, gurindam, musik kreasi, dancer, visualisasi drama, model dan kegiatan lainnya.

Besar harapan kita bersama kegiatan LAM Provinsi Kepri seperti itu tetap dilanjutkan untuk dilakukan dengan melakukan peningkatan-peningakatan lebih baik dalam hal kebakuan tari, lagu dan musik melayu dengan berbasir sanggar seni budaya sebagai komunitas yang ada di masyarakat. ***

745 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>