Published On: Kam, Jun 11th, 2015
                            

Puasa, Pertamina Tambah Pasokan Gas 3 Kilogram ke Tanjungpinang

ist gas 3 Kg. Foto : Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Kepala Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Tanjungpinang, Suyatno. Foto : Afrizal

Kepala Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Tanjungpinang, Suyatno. Foto : Afrizal

Tanjungpinang, KepriDays.com – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, Suyatno menyampaikan, Pertamina akan menambah kuota Gas Elpiji 3 kilogram untuk Kota Tanjungpinang, dalam menyambut puasa Ramadhan 1436 Hijriah dan hari raya Idul Fitri tahun 2015.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Tanjungpinang untuk tidak panik dan melakukan pembelian di luar kebutuhan sehari-hari, atau dengan cara menimbun tabung Gas 3 kilogram di rumah. Karena kami menjamin ketersediaan Gas 3 kilogram pada bulan Puasa dan hari raya Idul Fitri,” katanya, Kamis (11/6) kepada KepriDays.com.

Kemudian dalam hal ini, kata Suyatno, Pertamina melalui SPBE di Tanjung Uban juga telah menyetujui menambah volume Gas 3 kilogram untuk kebutuhan masyarakat Tanjungpinang, sampai dengan 6 persen dari kebutuhan normal.

“Oleh sebab itu saya himbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir,” ujarnya.

Adanya tambahan kuota Gas 3 kilogram untuk masyarakat Kota Tanjungpinang ini, ditujukan untuk memenuhi kemungkinan peningkatan pemakaian Gas selama Puasa dan hari raya Idul Fitri.

Bahkan, penambahan kuota Gas 3 kilogram ini juga, masih kata Suyatno, ditujukan untuk menghindari terjadinya kekhawatiran terhadap kelangkaan Gas, akibat munculnya aksi panik buying dalam masyarakat.

Dan untuk lebih mendukung jaminan ketersediaan pasokan Gas 3 kilogram kepada masyarakat yang berhak, Suyatno minta, agar pemilik pangkalan Gas 3 kilogram untuk mentaati aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan mengenai penjualan dan pendistribusian Gas Elpiji 3 kilogram.

“Seluruh pemilik pangkalan diminta untuk tidak menjual Gas 3 kilogram kepada pengecer, toko, kios, kedai, atau tempat-tempat yang tidak ditetapkan sebagai Lembaga Penyalur Gas Elpiji 3 kilogram,” katanya.

Sebab, menurut Suyatno, pangkalan merupakan lembaga penyalur resmi, dan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 25297.K/10/DJM.S/2011 tentang pedoman teknis pelaksanaan pendistribusian tertutup Elpiji tertentu, kelompok konsumen yang berhak menggunakan adalah rumah tangga tertentu dan pelaku usaha mikro.

Sedangkan yang dimaksud dengan rumah tangga tertentu, kata dia adalah, rumah tangga yang mempunyai penghasilan atau pengeluaran tidak lebih dari Rp 1.500.000 per bulan, atau dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan setempat.

“Saya harap agar pangkalan memprioritaskan penjualan Gas kepada masyarakat yang berdomisili di sekitar pangkalan, atau maksimal berada dalam satu wilayah Kelurahan. Hal ini ditujukan agar masyarakat di sekitar pangkalan tidak kesulitan memperoleh Gas, karena sebenarnya pelayanan dan penjualan Gas kepada masyarakat di sekitar pangkalan harus lebih diprioritaskan,” ucapnya.

“Jika pangkalan yang kedapatan melanggar ketentuan penjualan dan distribusi Gas Elpiji 3 kilogram, maka dapat dikenakan sanksi administratif berupa, penangguhan, pembekuan, sampai pencabutan izin usaha,” tambahnya lagi. (AFRIZAL)

165 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>