Published On: Kam, Apr 20th, 2017
                            

Polres Lingga Antisipasi Aliran Radikalisme dengan Forum Group Discussion

Polres lingga antisipasi.jpg.jpeg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Lingga, KepriDays.com – Guna antisipasi masuk dan berkembangnya aliran atau paham radikalisme dan anti Pancasila di wilayah Kabupaten Lingga, Polres Lingga menggelar Forum Group Discussion, Rabu (19/04) di Gedung Sanggar Praja Dabo Singkep.

Dalam penyampaiannya, Wakapolres Lingga Kompol Iksan B Syahroni mengatakan, akhir –akhir ini toleransi di masyarakat sudah mulai berkurang. Hal itu ditandai dengan mulai bermunculan kelompok – kelompok yang ingin membangun negara sendiri.

“Padahal, pendiri bangsa kita sudah menetapkan ideologi bangsa kita adalah Pancasila. Ileh karena itu sudah jelas negara kita ini adalah negara berdasarkan Pancasila bukan Negara Islam,” ungkapnya dalam forum tersebut.

Sedangkan terkait ciri – ciri penganut paham radikalisme ini, lanjutnya, yaitu mereka anti NKRI dan Pancasila. Karena ingin mendirikan Negara Islam, Pemerintah atau masyarakat yang tidak sepaham dianggap kafir dan wajib di musuhi.

“Dalam pengumpulan dana mereka menghalalkan segala cara, selalu melakukan kekerasan, membentuk kelompok eksklusif, tidak bersosialisasi dengan masyarakat, mereka menganggap jihad sebagai tolak ukur pengorbanan sehingga sanggup menjadi pelaku bom bunuh diri atau yang dikenal sebagai Penganten serta meraka – meraka ini memiliki kualitas tingkat IQ yang tinggi,” terangnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Kepala Kesbangpol Kabupaten Lingga, Muslim memaparkan, bahwa dalam Laporan Penyelanggaraan Pemerintahan Kabupaten Lingga untuk Konflik yang menyangkut Agama, Suku dan Ras saat ini masih nihil.

“Akan tetapi daerah kita yang merupakan pulau – pulau ini mempunyai kerentanan dalam masuknya Paham Radikal dan Anti Pancasila. Oleh karena itu kami sendiri memiliki program yang dominan dalam menangani paham radikal ini yaitu Program Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Pencegahan Tingkat Krimanal serta ada Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan yang tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan Program Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Lingga, Badiul Hasani menjelaskan, bahwa ciri – ciri orang yang terpengaruh oleh faham Radikal tersebut yakni mereka sangat militan. Karena biasanya mereka adalah orang yang cerdas, umurnya sangat muda.

“Dapat kita lihat teroris – teroris itu kebanyakan masih muda, sedikit ilmunya, tidak beriman, suka mengkhafirkan orang lain. Mereka keluar dari penguasa atau pemerintah dan membuat golongan sendiri, selanjutnya mereka menghalalkan darah diluar alirannya,” tuturnya. (RUZI)

393 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>