Published On: Jum, Okt 31st, 2014
                            

Polisi Pemilik Ribuan Ekstasi Tidak Pernah Sentuh Gaji

Sidang Polisi Pemilik Narkoba.Foto: Indralis
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Seorang oknum anggota kepolisian yang menjadi terdakwa pemilik 51 ribu butir ekstasi dan 3 kilogram Sabu, Nurjali, sejak tahun 2011 tidak pernah menyentuh uang gajinya sebagai anggota kepolisian.

Hal itu bisa terungkap saat lanjutan persidangan perkara narkoba yang dijalaninya di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (30/10) lalu. Sebab, menurut Asisten Menager Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batam, Frengki mengungkapkan, dari transaksi di rekening BRI milik terdakwa, Nurjali tidak pernah melakukan penarikan.

“Kami bekerja sama dengan Polda untuk gaji anggota kepolisian. Dari data transaksi terdakwa tidak pernah mengambil sejak tahun 2011. Itu semua memang murni gajinya, tidak ada transaksi lain,” terang Frengki yang hadir sebagai saksi.

Bahkan, Frengki melanjutkan, saat ini status rekening BRI terdakwa Nurjali masih aktif, pihak BRI juga tidak bisa melakukan pemblokiran rekening atas nama Nurjali atau adanya keputusan dari pengadilan. “Saldo akhir yang terdapat direkening terdakwa sebanyak Rp 76 juta,” lanjutnya.

Dalam sidang terdakwa itu juga, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi lainnya, yakni, Oventius Hendro dari dealer Honda Mobil dan Suliana dari dealer Kawasaki. Keduanya merupakan pihak showroom tempat Nurjali membeli kendaraan berupa satu unit mobil Honda CRV dan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja.

Dari pengakuan saksi, Nurjali membeli kendaraannya dengan uang tunai dalam waktu dua kali pembayaran. Hendro mengatakan, pada tanggal 16 Januari lalu, Nurjali membeli mobil kepadanya senilai Rp 336.500.000 dengan dua kali pembayaran pada hari yang sama.

“Pembayaran awal Rp 171 juta hasil penjualan mobil Gran Vitaranya. Dan pada hari yang sama Pak Nurjali kembali menyerahkan uang pembayaran Rp 165 juta pada hari yang sama. CRV itu diambil atas nama istrinya,” terang Hendro.

Sedangkan pengakuan Suliana, Nurjali membeli sepeda motor dengan harga Rp 69.600.000 pada bulan Mei lalu. “Sebelum motor datang sudah dibayar lunas. Pak Nurjali menyerahkan Dp Rp 25 juta pada bulan Mei. Pada bulan Juni dia melunasi sisanya. Pada bulan Juli dia terima motornya,” lanjut Suliana.

Sementara itu, dalam sidang kali ini, saksi pihak keluarga Nurjali, yakni, istri dan adiknya masih mangkir dari panggilan Jaksa. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Budiman Sitorus tersebut pun, akhirnya ditunda dan akan digelar pada Selasa (4/11) mendatang. “Besok hari terakhir jaksa menghadirkan saksi,” tutup Budiman. (IND)

261 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>