Published On: Jum, Jan 20th, 2017
                            

Polemik dengan Gubernur, TJA: Saya Perjuangkan Pedidikan dan Kesehatan

Img 0934.jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) angkat bicara terkait polemik yang terjadi antara dirinya dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun usai sidang paripurna di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (18/1) kemarin.

Maksud pembicaraan yang ingin disampaikannya kepada Gubernur Nurdin adalah menyakut kepentingan dunia pendidikan dan kesehatan di Provinsi Kepri.

“Kronologisnya seperti ini, disaat paripurna sedang berlangsung memang sudah terjadi ketegangan didalam. Karena penuh dengan instrupsi dewan. Sementara saya datang, menjelang berakhir sidang tersebut,” ujar Teddy Jun Askara dalam siaran persnya, Kamis (19/1) di Tanjungpinang.

Menurut politisi Partai Golkar Kepri tersebut, karena tidak sempat memberikan penjelasan didalam sidang paripurna, dirinya berinisiatif untuk menjelaskan persoalan yang sedang dihadapi. Baik itu dibiang pendidikan maupun kesehatan, yakni menyangkut kemampuan operasional RSUD Tanjunguban, Bintan.

“Ternyata waktunya kurang tepat, karena secara spontanitas melepaskan emosinya. Yang ingin saya bicarakan adalah anggaran rutin operasional RSUD Tanjunguban, tinggal Rp28 juta lagi. Kondisi ini akan mengancam operasional dan pelayanan kepada masyarakat,” papar Teddy.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kepri tersebut juga menjelaskan, didalam RAPBD yang disusun Pemprov Kepri anggaran kesehatan Kepri hanya 8,4 persen.
Padahal ketentuan yang ada, adalah 10 persen. Begitu juga dengan pendidikan yang sudah diatur pemerintah sebesar 20 persen dari APBD. Kenyataanya, hanya sekitar 14 persen.

Masih kata Teddy, lewat reses yang dilakukan pihaknya, adik-adik mahasiswa tetap mengharapkan adanya beasiswa diluar beasiswa mitra yang sudah ada. Pada aksi unjuk rasa adik-adik mahasiswa beberapa waktu lalu, Pemprov Kepri berjanji akan mengakomodir hal itu.

Akan tetapi, tidak ada didalam RAPBD Kepri 2017 ini. Tentu ini menyangkut nama baik Pemprov Kepri. “Tidak ada kepentingan kami untuk bermain-main. Karena apa yang ingin kami sampaikan menyangkut kepentingan masyarakat Kepri,” tegas pria yang akrab disapa TJA tersebut.

Meskipun dirinya dipersoalkan karena terlibat polemik dengan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, bukan masalah baginya sepanjang untuk kepentingan masyarakat terpenuhi.

“Didalam ruangan Ketua DPRD Kepri saya sudah menjelaskan secara gamblang kepada Gubernur. Akhirnya dia mengerti, dan meminta maaf secara pribadi kepada saya. Meskipun ada pemberitaan yang menyudutkan saya, yang berhak marah ke saya bukan Gubernur, tetapi rakyat. Karena saya wakil rakyat, itu yang harus dipahami,” kata Teddy. (RNN)

398 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>