Published On: Sel, Mei 17th, 2016
                            

PNS Imigrasi Batam Jalani Sidang Perdana Perkara Suap

PNS Batam Suap. Foto: Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) Staf Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas IA Khusus Batam bernama Muhammad Zulkifli Ritonga (50) dan satu rekannya Manasar Siagian alias Rock N Roll (49) selaku biro jasa pembuat paspor (Calo), Senin (16/05) kemarin, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang terkait perkara dugaan suap tahanan WNA.

Dalam pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triyanto yang diwakilkan oleh Mega dan Zulnah dari Kejaksaan Negeri Batam, terdakwa Muhammad Zulkifli Ritonga terbukti secara sah bersalah dengan melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian sebagaiamana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Sedangkan untuk terdakwa ‎Manasar Siagian dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang berisi, bahwa terdakwa Muhammad Zulkifli Ritonga telah menerima hadiah diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan melakukan atau melakukan sesuatu yang bertentangan didalam jabatannya,” kata JPU.

Selain itu, JPU menyatakan, perbuatan terdakwa Manasar yang bertentangan dengan kewajiban di Restoran Romance Komp. Dian Center Blok B Nomor 7-11 Kelurahan Selicin Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam sekitar pukul. 17.00 WIB pada Minggu (24/1/2016).

“Lalu, Kantor Imigrasi diketahui telah melakukan penahanan pendentensi berdasarkan surat perintah pendetesian Nomor W32.IMI.IMI. 1. GR. 0201-4125 tanggal 21 November 2015 atas nama Dhamar Bahadur Chetri alias AAN Warga Singapura yang melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata JPU.

Sementara, JPU juga mengungkapkan bahwa terdakwa Mansar Siagian alias Rock N Roll menelepon terdakwa Muhammad Zulklifli dan setelah bertemu terdakwa langsung berbicara tentang tahanan Singapura minta tolong dan dikeluarkan uang dollar 500 Singapura sekitar pukul. 16.00 WIB pada hari Senin (6/1/2016).

“Padahal terdakwa mengetahui kalau perbuatan tersebut ‎bertentangan dengan tugas pokoknya sebagai PNS Jabatan Fungsional di Imigrasi, karena hasil pertemuan tersebut terdakwa Mansar Siagian menyerahkan uang 500 dollar Singapura kepada terdakwa Muhammad Zulkifli sebagaimana untuk uang pembebasan detensi,” ucap JPU. (YULI)

308 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>