Published On: Sen, Sep 11th, 2017
                            

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Triwulan II 1.52 Persen

Wp image 510953080..jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1.52 persen pada triwulan II ini, sebenarnya dapat diantisipasi oleh Gubernur Kepri.

Bahkan Pemerintah Provinsi Kepri seharusnya menggenjot secepat-cepatnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri sejak tahun anggaran diketok.

Sayangnya, APBD yang diharapkan sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi, justru belum terlihat perannya. Hal ini ditandai dengan menurunnya konsumsi pemerintah yang cukup signifikan pada triwulan II 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Panusunan Siregar menyebutkan, untuk triwulan kedua ini, konsumsi pemerintah justru kontraksi diangka minus 6.66 persen.

“APBD Kepri memang hanya menyumbang 5.23 persen dari total angka pertumbuhan ekonomi. Tapi yang mungkin kita lupa bahwa meski kecil, APBD Kepri ini stimulan. Dia yang menarik pertumbuhan ekonomi Kepri,” kata Panusunan Siregar, Senin (10/09) belum lama ini.

Seharusnya, Pemprov Kepri dan jajaran OPD Kepri harus lincah membelanjakan anggaran itu untuk membangun infrastruktur.

Dengan begitu, ekonomi Kepri kembali bergairah. Dengan bergairahnya pembangunan, diharapkan dapat mengangkat laju pertumbuhan ekonomi.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa secara fakta empiris analistik statistik, OPD Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga pengelolaan APBD, dan APBN ada ditangan mereka,” katanya.

Selain APBD, BPS dan Bank Indonesia menyebut tiga sektor andalan Kepri saat ini sedang mengalami “sakit” parah. “Industri pengolahan, Konstruksi dan pertambangan-penggalian turun sangat signifikan. Bahkan industri pengolahan dan pertambangan bahkan mengalami kontraksi (pertumbuhan minus), terburuk dalam tujuh tahun terakhir,” bebernya.

Sedangkan Kepala Kantor Bank Indonesia Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura pekan lalu dapat dijadikan momentum kebangkitan ekonomi Kepri. Maka dari itu, Ia merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menjaga iklim bisnis tetap kondusif.

“Untuk jangka pendek, sisi keamanan, regulasi perizinan investasi dan komunikasi dan koordinasi antar instansi dan pelaku usaha harus terus dijaga,” kata Gusti.

Sementara, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berterimakasih atas masukan yang diberikan pihak Bank Indonesia dan BPS. Kedepan, Ia pun mendelegasikan tugas kepada Komisi II untuk menggagas pertemuan dengan OPD-OPD Kepri yang difasilitasi DPRD.

“Jadi masukan yang diberikan oleh Bank Indonesia kepada OPD tinggal kita awasi. Karena kami gelisah juga melihat pelambatan ekonomi ini,” kata Jumaga.

Provinsi Kepri, harus bisa mengembalikan kejayaannya seperti tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, Ia berharap seluruh elemen khususnya Pemprov Kepri untuk serius bekerja membangkitkan ekonomi Kepri.

“Kalau memang ada Kepala OPD yang tidak sanggup, ya diganti saja,” tegas Jumaga. (RNN)

121 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>