Published On: Kam, Apr 9th, 2015
                            

Penyandang Disabilitas ‘Babak Belur’ Dikeroyok Oknum TNI-AL

Korban 'Babak Belur'  yang diduga dikeroyok oleh  oknum  TNI-AL. Foto : Era
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Rikson Mandela Simanjuntak (25), warga Bhayangkara RT 04/RW 10 Kelurahan Tanjungpinang Barat yang merupakan penyandang disabilitas ‘Babak Belur’ dikeroyok oknum diduga TNI-AL, Rabu (08/04) sekitar pukul. 19.00 Wib malam didaerah jalan Suka Berenang Kota Tanjungpinang.

Menurut Rikson, saat dikonfirmasi di RSUD Kota Tanjuungpinang jalan Rumah Sakit, sebelum dipukuli oleh beberapa orang yang mengaku anggota oknum TNI-AL, dirinya pada saat itu hendak pergi ke Pamedan. Namun, tiba-tiba saja ditabrak dari belakang oleh oknum tersebut didepan SPBU Suka Berenang dan langsung menghajar dirinya.

“Saya tak kenal yang menabrak motor saya dari belakang. Pada saat itu saya langsung dipukul oleh orang tersebut, saya sempat melawan dan akhirnya beberapa rekannya berdatangan memukuli saya,” terangnya

Selain itu, Rikson menjelaskan, karena tidak puas memukulinya didaerah tersebut, ia pun dibawa ke jalan Dr. Sutomo tepatnya di gang samping Gereja HKBP oleh oknum TNI-AL tersebut. “Setibanya ditempat gelap di gang itu yang diduga mess anggota TNI-AL, saya ditelanjangi dan dipukul beramai-ramai sampai muka saya ‘babak belur’ begini. Padahal saya tak pernah ganggu orang, apa salah saya,” ungkapnya miris.

Sementara ketika ditanya berapa orang yang memukulinya, Rikson mengaku tidak mengetahuinya, karena tidak sempat menghitung orang yang memukulinya secara bertubi-tubi. “Yang saya tahu, saya dipukuli dan ditendang secara bersamaan. Padahal pada saat itu saya sudah minta ampun agar tidak dipukuli lagi,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua korban, Nelson Simanjuntak merasa tidak terima apa yang dialami oleh anak kesayangannya. Ia mengatakan, sangat menyayangkan tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh oknum diduga TNI-AL tersebut.

“Mereka yang seharusnya mengamankan NKRI, malah memukuli anak saya yang mentalnya saat ini terganggu secara ‘membabi buta’. Yang saya tidak terimanya, anak saya ditelanjangi, motornya disimpan di Mess mereka,” ucapnya.

Akan hal itu, Nelson berharap anaknya dapat keadilan yang semestinya berlaku di Indonesia, dan berharap juga kepada pimpinan Lantamal IV agar menindak tegas anggotanya sesuai aturan yang berlaku di negara ini.

“Saya minta pimpinan Lantamal IV menindak tegas oknum yang mengeroyok anak saya. Bahkan saya sampai saat ini belum mengetahui nama oknum itu,” ucap Nelson saat melaporkan kejadian tersebut di Markas Polisi Resor (Mapolres) Tanjunpinang. (ERA)

241 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>