Published On: Kam, Mei 25th, 2017
                            

Pembunuhan Ganet PR Besar Kapolres Baru Tanjungpinang

Kapolres Tanjungpinang, Joko Bintoro. Foto : Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Jelas masih teringat oleh masyarakat Tanjungpinang tragedi mengerikan dugaan pembunuhan terhadap pemilik kios didaerah Jalan Ganet R. Sumirah (80) dan Razial (40) pada tahun 2014 silam.

Pasalnya sampai saat ini pelaku pembunuhan belum terungkap, sehingga menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi Kapolres Baru Tanjungpinang yang menggantikan AKBP. Joko Bintoro.

Menurut Joko, pihaknya sangat kesulitan mengungkapkan kasus pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, dua Kapolres sebelumnya, yakni, AKBP. Dwita Kumu dan AKBP. Kristian Siagian belum mendapatkan hasil yang memuaskan dalam melakukan penyelidikan kasus itu.

“Kasus ini agak sulit, saya juga tidak mengetahui olah Tempat Kejadian Perkara waktu lalu. Dari Tim Lab Forensik Medan juga kesulitan mencari indikasi pelaku,” kata Joko, Kamis (25/05) belum lama ini.

Sedangkan pada zaman kepemimpinan Kapolres Tanjungpinang, AKBP. M. Dwita Kumu, Polres Tanjungpinang sempat membentuk tim khusus.

Pasalnya pembunuhan yang mengakibatkan 2 korban meninggal secara sadis itu, sangat sulit dilakukan pengusutan karena banyak bukti yang hilang saat kejadian.

“Kami sulit menemukan bukti dugaan pembunuhan di Ganet, karena setelah korban dibunuh, rumah korban dibakar hingga menghanguskan kedua korban,” kata Dwita Kumu, Kamis (23/10/2014) kepada KepriDays.com.

Selain sulit menemukan bukti dilokasi kejadian, Dwita mengatakan, pihaknya sudah membawa Barang Bukti berupa handphone yang berisikan sim card korban ke Mabes Polri.

“Dari nomor-nomor telepon korban kami coba telusuri untuk mengungkap kejadian itu, bahkan kami sudah mendapatkan beberapa nomor agar dilakukan penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Kemudian pihak keluarga korban juga mendesak kepolisian agar serius untuk mengusut tuntas perkara tersebut pada tahun 2015.

Hal ini diungkapkan oleh Jaleh selaku anak korban yang merupakan ahli waris. “Saya kecewa dengan kinerja polisi. Saya minta polisi usut tuntas kasus pembunuhaan Ibu dan Abang saya secepatnya,” kata dia, Senin (03/08/2015).

Selain itu, Jaleh menambahkan, dirinya sudah lama menunggu kepastian pihak kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. Bahkan kejadian ini sudah hampir setahun, namun belum ada kejelasan.

“Saya sendiri tidak pernah buat kejahatan. Tapi pelaku tega membunuh Ibu yang melahirkan saya. Saya minta titik terangnya gimana, karena kejadian ini sudah hampir setahun,” ujarnya.

Jaleh pun mengatakan, sebelumnya pihak kepolisian pernah mengungkapkan, bahwa terjadi 4 titik api didaerah Tempat Kejadian Perkara dan beberapa tusukan di tubuh kedua korban.

Dugaan Jaleh, pelaku bukan orang jauh yang melakukan dugaan pembunuhan terhadap Ibunya R. Sumirah (80) dan abangnya Razial (40).

“Saya menduga pelaku bukan orang jauh. Saya malah mencurigai SL sebagai pelakunya. Namun tetap saya mendesak polisi untuk menuntaskan kasus ini,” ungkapnya.

Sedangkan terkait kasus ini, polisi juga telah memeriksa 5 saksi dalam kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan diantaranya pengecekan darah. Kemudian pemeriksaan darah 5 saksi itu dicocokan darah yang tertinggal di baju korban.

“Sebenarnya tes dari Labor Medan belum turun ke Tanjungpinang. Lagi pula sedikit sekali bukti darah yang kami temukan di baju korban, tapi kami berupaya mengungkapnya,” kata Dwita Kumu. (RNN)

152 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>