Published On: Rab, Mei 10th, 2017
                            

Nikmatnya Gonggong Dusun Senempek

Gonggong sunempek.jpg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Lingga, KepriDays.com – Cuaca yang cukup bersahabat membuat awak media KepriDays.com mulai bergerak dari Kota Daik menuju Dusun Senempek Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara.

Perjalanan darat yang melewati jalan berbukit – bukit, berlobang dan batu yang berserakan, tetap membuat sepeda motor melaju dengan perlahan.

Perjalanan yang memakan waktu lebih kurang 1 jam itu, cukup menghabiskan kurang lebih 1 liter bensin untuk sampai di Dusun Senempek.

Terlebih lagi dengan kondisi jalan lintas timur yang membuat awak media ini menggelengkan kepala, karena kurang layak untuk dilalui.

Walaupun demikian, suasana malam yang gelap membuat perjalanan tidak terasa hingga sampai juga ke Desa tersebut. Tujuan awak media KepriDays.com adalah hidangan Gongong di Desa Senempek.

Sambil menunggu Gonggong yang telah direbus menggunakan air hangat, tambah mengundang selera dari khas desa ini. Bahkan gonggong yang dihidangkan bersama semangkuk kecil sambal yang terbuat dari cabai rawit dan terasi atau biasa masyarakat setempat menyebutnya belacan, membuat tak sabar ingin dinikmati.

Terlebih lagi, gonggong memiliki manfaat paling baik bagi orang-orang muda. Hal itu dikarenakan dagingnya mampu merangsang pertumbuhan hormon, terutama yang menyangkut dengan vitalitas seksual.

Bos yang merupakan warga Dusun Senempek yang rumahnya menjadi tempat persinggahan malam ini mengatakan, untuk mendapatkan gonggong, warga di kampung mengambilnya dengan cara menyelam di ke dalam air laut yang mencapai 5 hingga 7 meter.

Dirinya yang telah melakukan pekerjaan tersebut sejak beberapa tahun terakhir ini mengaku, dalam sehari bisa mendapatkan mulai dari 1 kilogram (kg) hingga 8 kg.

“Biasanya kami jual ke penampung yang biasa ngambil. Untuk 1 kg hanya Rp. 12 ribu. Tapi kalau ada warga yang mau beli ke penampung langsung harganya ya jelas lebih tinggi, itu bisa mencapai Rp15 ribu hingga Rp17 ribu,” ungkapnya ketika diajak berbincang oleh KepriDays.com.

Kemudian, Bos pun melanjutkan, biasanya para penampung gonggong yang ada di Senempek menjualnya ke Kota Batam. Biasanya berat gonggong tersebut mencapai ratusan kilo.

“Biasanya kalau penampung disini bawanya pakai kapal sendiri. Kalau saya, ya cuma sebagai penyelam gonggong saja. Kadang kalau lagi air tidak bagus, saya pasang bubu ketam sama ikan,” ceritanya.

Sangking asyiknya berbincang sambil menikmati gonggong yang dagingnya kenyal – kenyal itu, tidak terasa jam telah menunjukkan tengah malam dan membuat perjalanan menikmati gonggong di Desa Senempek harus diulang lagi lain waktu. (RUZI)

469 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>