Published On: Ming, Mei 14th, 2017
                            

Memandang Pilkada Indonesia….!!!

Zamroni dosen stie tanjungpinang.jpg.jpeg
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Zamroni, SH, MM
Dosen STIE Tanjungpinang

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah digelar di 101 daerah di Indonesia pada 15 Februari 2017 yang lalu. Kompetisi politik di tingkat lokal itu berlangsung di 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota. Pilkada diharap tak sebatas mempertahankan dan merebut kekuasaan akan tetapi mensejahterakan rakyat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para pemenang kompetisi.

Kita lihat saja realisasinya ya ?

Disamping itu dalam kehidupan manusia, agama dan Pemimpin Agama sangatlah penting. Termasuk kegiatan Pilkada sangat membutuhkan agama, Pemimpin Agama dan bagaimana implementasi ajaran agama dalam Pilkada. Pikada sebagai kegiatan politik tentu akan bermakna sekali jika dilandasi nilai-nilai agama yang diberikan para Pemimpin Agama dan Pemuka Agama.

Sehingga politik menjadi ‘politik suci’ dan bukan ‘politik kotor menghalalkan segala cara’. Politik yang didasari nilai-nilai agama adalah tuntutan dasar falsafah bangsa Indonesia, Pancasila. Karena meninggalkan agama dalam berpolitik akan menumbuhkan politik sekuler.

Sebenarnya momentum Pilkada tidak sebatas ritual mengenai sirkulasi kekuasaan di tingkat lokal. Namun, Pilkada harus benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat, mengkritisi janji-janji para kandidat yang dibungkus dalam program-program pembangunan untuk lima tahun yang akan datang. Dengan harapan, dampak pembangunan ke depan dapat lebih dirasakan rakyat.

Pada tahun 2018 akan dilaksanakan Pilkada serentak lagi yang waktuya telah disepakati antara KPU dan DPR pada tanggal 27 Juni 2018 yang melibatkan jauh lebih banyak daerah yaitu 171 daerah.

Pada dasarnya Pilkada bisa dijadikan ruang untuk mendorong perubahan, yakni masyarakat dapat merebut kekuasaan local dengan memilih kepala daerah yang punya integritas dan mengelolannya sesuai dengan mandat dan kehendak Rakyat itu sendiri.

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan pijakan dalam melihat apa dan bagaimana momentum pilkada ini dapat dijadikan sarana dalam merealisasikan cita–cita dan kehendak rakyat. Untuk itu, kaum pergerakan butuh grand design untuk menjadikan Pilkada sebagai sarana mensejahterakan masyarakat.

Semoga saja dengan adanya pilkada-pilkada ini menjadikan pijakan utama masyarakat dalam memilih pemimpin yang dapat menjadikan perubahan daerahnya menjadi daerah yang lebih berkembang dan maju agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lebih terjamin sehingga dapat menjadikan dasar-dasar Sumber Daya Manusia (SDM) kedepan lebih baik dan tentunya dengan pemerataan Pendidikan di masyarakat. ***

363 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>