Published On: Jum, Feb 6th, 2015
                            

LSM Ketapang Sayangkan Ada Buku Tidak Berakhlak Untuk Anak

Cover buku. Foto : Roni
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Ini salah satu isi buku yang mengandung istilah pengajaran seks. Foto : Roni

Ini salah satu isi buku yang mengandung istilah pengajaran seks. Foto : Roni

Tanjungpinang, KepriDays.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketapang Provinsi Kepri sangat menyayangkan, ada buku bacaan anak tidak berakhlak beredar di Indonesia pada umumnya, Jum’at (06/02) siang.

Kepada KepriDays.com, Ketua LSM Ketapang Provinsi Kepri, Ully mengatakan, buku bacaan anak yang berjudul ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ dinilai tidak baik dikonsumsi untuk anak tingkat remaja maupun jelang dewasa. “Apakah wajar isi bacaannya di baca untuk anak di bawah umur tentang hal seperti itu,” ujarnya geram.

Pasalnya lagi, Ully menjelaskan, isi dalam buku bacaan tersebut ada mengandung istilah pengajaran seks, seperti diperlihatkannya dalam salah satu halaman buku itu dengan sub judul ‘Pacaran Ngajak ML’. “Sebelum buku ini beredar luas, sebaiknya pemerintah atau dinas terkait mencegahnya. Info baru beredar di Jawa dan Jakarta, Kepri belum tahu,” ungkapnya.

Ully juga menambahkan, dalam buku terbitan Brilian Internasional yang ditulis oleh Toge Aprilianto, tidak ada kode serial ISBN dan tahun penerbitannya. “Tidak tahu kapan terbitnya. Ini berbahaya bagi anak-anak yang masih massa tumbuh kembang, mereka tidak memahami isi buku ini seutuhnya dan bukan sewajarnya untuk mereka baca,” ujarnya.

Sementara terkait munculnya buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ di Indonesia, Komisioner KPAI Pusat, Putu Elvina mengatakan, KPAI menganggap hal ini sebagai buku yang mengandung ajakan untuk melegalkan atau upaya permisif terhadap perzinahan.

“Tentunya sangat berbahaya bila sampai pada anak-anak yang kemudian membentuk persepsi bagi anak, bahwa pacaran seperti yang diajarkan dalam buku tersebut sebagai upaya untuk memahami relasi yang dianggap boleh sebagai hal yang naluriah dan alamiah,” katanya.

KPAI pun telah membuat laporan ke Mabes Polri agar segera menarik peredaran buku tersebut dan memproses secara hukum bagi pencipta maupun yang terlibat dalam pendistribusian. Sebab, kata Putu, tidak sejalan dengan Undang-Undang (UU)nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta pasal terkait pornografi dan UU ITE.

“Kami sangat mengharapkan agar orang tua maupun pendidik di Kepri selektif dan hati-hati dengan buku-buku bacaan yang dibalut dengan kemasan ‘sex education’, namun sesungguhnya kontennya justru berlawanan dengan ruh pendidikan dan cenderung menjadi fasilitas penghancuran moral anak bangsa. Maka Pemerintah Kepri harus memastikan agar buku-buku sejenis itu, tidak beredar di tengah-tengah masyarakat terutama anak-anak.” ungkapnya. (RNN)

339 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>