Published On: Kam, Okt 23rd, 2014
                            

LSM dan Oknum Wartawan Gadungan Peras Pengusaha

3 Tersangka yang diamankan di kedai kopi. Foto: Indralis
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Empat orang pelaku dugaan pemerasan terhadap salah seorang pengusaha di Batam yang mengaku dari LSM LPPNRI dan oknum Wartawan gadungan, akhirnya dibekuk jajaran Polsek Batam Kota, Selasa (21/10) malam kemarin.

Pengusaha yang menjadi korban, yakni, Lee Swee Hak alias Albert, Direktur PT Peng Yap M & E System Batam. Tiga diantaranya diamankan di Kepri Mall, saat melancarkan aksi pemerasan terhadap sang Direktur.

Sedangkan satu orang lagi yang mengaku sebagai oknum Wartawan ternyata gadungan, karena memiliki beberapa kartu Pers berbagai Media ditangkap setelah dilakukan pengembangan.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan keempat pelaku dugaan pemerasan tersebut, hanya dua orang diduga anggota LSM LPPNRI karena memiliki lencana, yakni, Dodi Cristian Simamora (20) dan Amat Rofingi (32).

Kemudian dua orang pelaku lagi adalah, Hendry ML Toruan (43) dan Charlye M Simanjuntak (20). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti uang hasil pemerasan Rp. 50 juta.

Selain itu juga, diamankan dua pucuk senjata api jenis Airsoft Gun warna hitam jenis IWI dan Walter. Satu unit mobil Suzuki Ertiga warna merah bernomor BP 1369 FA juga ikut diamankan, serta satu lencana berlogo LPPNRI, kartu anggota LPPNRI, serta fotokopi surat tugas dari Dewan Pimpinan LPPNRI.

Kepada KepriDays.com, Kapolsek Batam Kota, AKP. Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan, kasus ini bisa terungkap berawal dari laporan korban, ada empat orang yang mengaku dari LSM LPPNRI mendatangi kantornya di Komplek Bangunan Sukses Blok A nomor 5, Batam Center pada Senin 20 Oktober 2014 kemarin.

“Mereka melakukan pemerasan Rp. 200 juta dengan modus menuduh limbah perusahaan milik korban, PT Peng Yap M & E System Batam yang dibuang dekat SMPN 40 Batam di Tanjung Piayu, sehingga megakibatkan masyarakat terserang penyakit gatal-gatal,” kata Yoga.

Selanjutnya, kata Yoga, mereka juga mengancam akan mengadukan korban dan perusahaannya ke Bapedal Kota Batam. Setelah melakukan negosiasi, korban hanya sanggup membayar uang tutup mulut Rp. 120 juta.

“Setelah disepakati, korban berjanji memberikan uang tersebut besok harinya. Baru setelah empat orang itu pergi, korban langsung membuat laporan ke sini,” ungkap Yoga.

Sementara itu, setelah mendapat laporan dari korban, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk mengatur strategi agar menangkap pelaku. Kemudian korban disuruh membuat janji dengan para pelaku di Kepri Mall sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa 21 Oktober 2014 untuk menyerahkan uang tutup mulut sisanya.

“Waktu itu mereka berjanji bertemu di sebuah gerai kopi di mall lantai 2 tersebut. Korban pergi menemui pelaku dengan dua orang temannya, Ati dan Atai, sampai di lokasi ternyata tiga orang pelaku, Dodi, Hendry dan Charlye sudah menunggu kedatangan korban. Gerak geriknya terus kami pantau dari kejauhan dan langsung menyergap pelaku ketika terjadi transaksi,” ungkap Yoga. (IND)

277 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>