Published On: Rab, Okt 5th, 2016
                            

Lis Sindir Maskur: Bicara Ekonomi Bukan Seperti Pasang Lotre

Lis Darmansyah saat diwawancarai awak media. Foto : Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Terkait pernyataan Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, yang menyatakan akibat adanya pembangunan Mega Proyek didaerah Tanjungpinang ekonomi masyarakat kecil hancur.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang melalui Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, secara halus menyindir politikus Partai Demokrat itu.

“Bicara tentang ekonomi tidak bisa pakai tebak-tebak seperti masang lotre, atau dengan omong-omong tanpa lihat data. Karena bicara tentang ekonomi harus ada analisis dan data pendukung,” ucap Lis, Rabu (05/10) pagi kepada KepriDays.com.

Bahkan, Lis juga menyindiri soal zona ekonomi di Tanjungpinang, dan masing masing zona ada berapa pertumbuhan ekonominya. Tentunya Maskur Tilawahyu harus menjawab dulu, baru pemerintah menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi.

“Coba tanya Pak Maskur soal zona ekonomi dan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kalau bisa menjelaskan, baru kita jelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang dan perkiraan pertumbuhan serta target pertumbuhan setahun belakang dan setahun kedepan,” kata Lis.

Kemudian, Lis juga menerangkan, seharusnya semua kalangan jangan bicara soal Mega Proyek dan sebagainya, tetapi bicarakan daya dukung dan bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat dan peningkatan tujuan wisata baik wisata dari mancanegara maupun wisata domestik.

“Tujuan wisata itu harus didukung dengan sarana dan prasarana penunjang wisata dimaksud. Coba lihat lebih dalam bagaimana meningkatkan wisatawan dan bagaimana meningkatkan tujuan wisata tanpa penambahan, perbaikan sarana dan prasarana wisata di Kota Tanjungpinang. Apa yang kita jual di Tanjungpinang ini,” ujar Lis.

Sedangkan dari hal itu juga, Lis Darmansyah menegaskan, Kota Tanjungpinang sangat memerlukan pembenahan dan perbaikan objek wisata di penyengat sebagai wisata ziarah, wisata religi. Kedepan pun perlu menambah objek wisata baru dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata ke Tanjungpinang.

“Sekarang saya tanya, perlu membangun infrastruktur apa tidak? Atau kita hanya duduk diam tanpa berbuat apa-apa tapi kunjungan wisatawan kita bisa meningkat. Pengaruh tidak itu terhadap pertumbuhan ekonomi? Berpengaruh tidak kepada ekonomi masyarakat kecil?,” ungkap Lis. (RNN)

232 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>