Published On: Sel, Agu 5th, 2014
                            

Lion Air Gagal Mendarat di Tanjungpinang Akibat Cuaca Buruk

Lion-Air-Boeing-737-800-JT. Foto Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Pesawat Lion Air Boing 737 Seri 800 NG dengan nomor penerbangan JT 620 tujuan Jakarta-Tanjungpinang gagal mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, akibat cuaca buruk dengan keadaan hujan disertai angin kencang, Selasa (5/8).

Pesawat sempat berputar-putar sebanyak empat kali diatas bandara RHF sebelum akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan. Sebelumnya juga pesawat ini berencana akan mengalihkan pendaratan di Bandara Hang Nadim Batam. Namun, keadaan cuaca di Batam juga tidak baik sehingga pilot memutuskan untuk mendaratkan di Bandara SUltan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau.

“Pesawat ini sempat berputar-putar sebanyak empat kali diatas Tanjungpinang, sebelum memutuskan untuk mengalihkan pendaratan di Pekanbaru. Memang saat itu cuaca sangat gelap sekali dan jarak pandang tertutup awan dan hujan,” ujar Didi yang mengaku dari Cirebon yang akan kerja di Tanjungpinang saat dijumpai di pintu kedatangan bandara RHF Tanjungpinang.

Selain itu, Didi menjelaskan, saat berangkat dari Jakarta cuaca sangat bagus, namun setelah menempuh perjalanan dan akan mendarat di bandara Tanjungpinang ini, dilihat dari kaca pesawat suasana di darat sangat gelap.

“Gelap sekali saat saya melihat dari kaca jendela pesawat melihat kebawah, bahkan jarak pandang sangat terbatas. Sehingga, terdengar pengumuman di dalam pesawat, bahwa pesawat ini akan mendarat bukan di Tanjungpinang melainkan di Pekanbaru dengan alasan cuaca,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan, Mulyadi, penumpang pesawat yang sama, memang sempat melihat kebawah dari pesawat cuaca memang sangat gelap sekali dan sempat pesawat ini berutar-putar beberapa kali di atas bandara ini.

“Saya tidak menghitung berapa kali pesawat ini berputar-putar. Tetapi lebih dari dua kali, setelah itu ada pengumuman bahwa pesawat akan mengalihkan pendaratan di bandara lainnya di Pekanbaru. Hal ini dikarenakan pesawat tidak bisa mendarat di bandar Tanjungpinang dengan alasan cuaca buruk,” terangnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, M Suryawan Wakan, saat di jumpai KepriDays.com di bandara Tanjungpinang, membenarkan hal ini. Bahkan menurut dia pesawat ini baru mendarat di bandara RHF sekitar pukul 15.00 Wib, walau dalam keadaan masih hujan, yang sebelumnya harus mendarat di bandara Pekanbaru.

“Penyebab mengalihkan pendaratan pesawat ini, setelah pilot pesawat menghadapi masalah cuaca. Saat itu pilot pesawat hanya bisa melihat dengan jarak pandang di bawah 1.000 meter karena hujan lebat. Sehingga kapten pesawat memberitahukan kepada petugas di bandara untuk mengalihkan pendaratan ke bandara Pekanbaru,” jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa keadaan cuaca buruk seperti ini merata di Kepri, biasanya bila pesawat mengalihkan pendaratan cukup di bandara Hang Nadim, Batam. Namun karena cuaca di bandara Batam juga dalam cuaca buruk oleh karena itu pilot pesawat ini mengalihkan mendarat di bandara pekanbaru.

“Menurut laporan pilot pesawat melalui menara kontrol kami, bahwa jarak pandang saat akan turun di bandara RHF sangat terbatas dibawah 1.000 meter. Sehingga, pilot memutuskan akan mengalihkan pendaratan ke bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Setelah cuaca membaik akhirnya pesawat ini mendarat di bandar RHF dengan selamat dan melanjutkan penerbangan setelah sebelumnya menaikan penumpang dengan tujuan Jakarta,” terang Suryawan Wakan. (RNN)

351 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>