Published On: Sen, Apr 20th, 2015
                            

Konsumen Dirugikan Lapor ke BPSK

Wakil Ketua BPSK Kota Tanjungpinang, Yeffi Zalmana. Foto : Afrizal
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Memperigati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang jatuh pada hari Senin 20 April 2015, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tanjungpinang menghimbau kepada masyarakat Tanjungpinang yang merasa dirugikan oleh para pelaku usaha, segera melapor ke BPSK Kota Tanjungpinang.

“Penyelesaian sengketa yang kami berikan gratis, tanpa dipungut biaya, seperti, apabila ada ditemukan barang yang kadar luasa dan lainnya, segera laporkan. Dan himbauan ini juga bertepatan pada Hari Konsumen Nasional yang diperigati setiap tahun,” kata Wakil Ketua BPSK Kota Tanjungpinang, Yeffi Zalmana, Senin (20/04) kepada KepriDays.com.

Bahkan, peringatan Harkonas di Indonesia bedasarkan Keputusan Presiden (Kepres) nomor 13 tahun 2012 tentang Harkonas yang ditetapkan pada tanggal 20 April setiap tahunnya, dengan mengacu kepada Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“BPSK Kota Tanjungpinang terhitung sejak Januari hingga April 2015 telah menyelesaikan empat perkara dari lima laporan konsumen yang dirugikan para pelaku usaha, dan dari lima laporan konsumen yang masuk di BPSK sudah selesaikan empat perkara dan satu perkara lagi masih dalam proses,” ujarnya.

Sebagai badan penyelesaian sengketa konsumen, lanjut Yeffy, BPSK hanya sebatas melakukan penyelesaian antara konsumen dengan pelaku usaha yang dilaporkan. “Prosedurnya pertama melakukan konsiliasi, mediasi dan arditrasi. Setelah itu kedua belah pihak yang memutuskan dan itu juga merupakan keputusan final yang telah disetujui,” ucap pria yang berprofesi sebagai Lawyer (Pengacara) di Tanjungpinang ini.

“Artinya, pengaduan perkara sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha diselesaikan di BPSK saja. Namun apabila dari kedua belah pihak tidak menemukan penyelesaian, maka dapat melanjutkannya ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Selanjutnya, masih kata Yeffy, semenjak dibentuk BPSK Kota Tanjungpinang pada tahun 2012 lalu, rata–rata menyelesaikan perkara untuk sengketa perumahan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen.

“Tetapi, semua sengketa itu sudah menemui kata sepakat antara konsumen dan pelaku usaha. Hal itu juga, setelah adanya hasil mediasi di BPSK dan rata–rata pelaku usaha menerima,” ujarnya. (ARZ)

294 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>