Published On: Jum, Agu 22nd, 2014
                            

Kisah Penambang Boat Miris

Angga sedang mengangkut barang ke boatnya. Foto: Irpan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Banyak cara untuk menghidupi kebutuhan keluarga yang pastinya harus melalui berkerja keras dengan cara banting tulang. Angga (24) Penambang Boat di Pelantar II ini telah susah payah melakukan itu hanya untuk sesuap nasi buat keluarganya. Sehingga tampak sangat miris kisah hidupnya, tidak seperti kebanyakan orang lain di Kota Tanjungpinang.

Kepada KepriDays.com, Angga menceritakan kisah pilu hidupnya yang begitu miris ketika dijumpai sambil bekerja. Baginya kehidupan itu sangat berat bila tidak ada barang yang masuk untuk diangkutnya sebagai Penambang Boat, sebab dari situlah diri dan keluarganya bisa mendapatkan makan dan kebutuhan sehari-hari.

“Pernah tidak ada barang masuk untuk di over ke Boat saya. Hampa terasa ketika pulang berjumpa istri dirumah untuk memberikan nafkah yang memang sudah kewajiban saya. Itulah namanya nasib, sungguh berbeda dari orang lain yang bergelimang harta,” katanya, Jum’at (22/8).

Setiap harinya, kata Angga, sebagai Penambang Boat. Ia harus membeli sebanyak 5 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di kios, itupun harus mengeluarkan modal yang cukup termasuk mahal perliternya dari harga biasa SPBU yang hanya Rp. 4.500 perliter.

“Kalau di kios harganya Rp. 10 ribu sekarang, jika dulu hanya Rp. 6 ribu perliter. Kenaikan ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan BBM ke kios-kios saat ini, maka dari itulah nasib Penambang Boat kebanyakan seperti saya mengeluh dan merasa sangat miris hidupnya sekarang,” ungkap dia.

Walaupun hidup yang begitu berat, Angga tetap selalu tegar menghadapinya, Ia pun berharap para Penambang Boat sepertinya dapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, agar bisa bertahan hidup layaknya seperti orang lain di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

“Mudah-mudahan pemerintah ada perhatiannya terhadap orang seperti kami ini, itu saja harapan saya kedepannya selain bisa terus bertahan hidup dengan kondisi yang kian memburuk ekonomi bagi para Penambang Boat,” ucapnya datar. (CR08)

274 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            
Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Em Nor Lsm Lidik mengatakan:

    Pagi makan sore tiada itulah nasib penambang apalagi pemerintah yang berencana mau naikkam BMM ingin sangat mengancam bagi nasib penambang Boat.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>