Published On: Sen, Jun 27th, 2016
                            

Ini Solusi 249 Orang Belum Terdaftar Mudik ke Tambelan

Mahasiswa saat datangi Dishub. Foto : Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Mahasiswa Tambelan yang terhimpun dari Himpunan Mahasiswa Tambelan (HMT) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri untuk menanyakan terkait 249 orang masih belum terdaftar untuk laksanakan arus mudik lebaran ke Pulau Tambelan Kabupaten Natuna.

Menurut Kepala Dishub Kepri Muramis melalui Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Kepri Aziz Kasim Djou, memang dari total masyarakat Tambelan yang terdaftar kurang lebih 700 orang, ternyata yang menjadi daftar tunggu ada sebanyak 249 orang.

“Kami akan mengupayakan menyewa kapal, dan menggerakan Kapal Negara untuk menyelesaikan masalah itu,” ungkap Azis, Senin (27/06) pagi, saat menjumpai para mahasiswa.

Kemudian terkait dengan Kapal Perintis yang sedang dilakukan docking (perbaikan), kata Aziz, kapal itu telah dikirim ke Cipta Setia tetapi tidak terkejar perbaikannya sampai dengan lebaran ini.

“Baru saja lami mendapatkan kabar dari Kepala Dinas, bahwa Pak Gubernur sedang mengupayakan Kapal Verry Cepat yang dapat memberangkatkan 250 penumpang,” jelas Aziz didepan mahasiswa.

Sementara, Aziz pun menyatakan, tidak main-main dengan permasalahan ini, dimana pihaknya sudah berusaha memfasilitasi dengan mendatangkan kapal lima hari sekali.

“Sebelumnya masyarakat Tambelan hanya bisa merasakannya selama 10 hari sekali, dan kita juga berharap kepada Kementerian Perhubungan menepati janjinya dengan mendatangkan dua kapal untuk masyarakat Tambelan,” kata Aziz. (YULI)

334 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>