Published On: Kam, Apr 30th, 2015
                            

FSPSI Reformasi Sebut Buruh Garda Terdepan

Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Foto : Rony
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Reformasi menyebutkan bahwa buruh merupakan garda terdepan yang dapat melindungi kepentingan perusahaan, sehingga pengusaha tidak perlu merasa khawatir terhadap serikat buruh.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua FSPSI Reformasi Tanjungpinang, Cholderia Sitinjak. “Buruh dan pengusaha itu saling membutuhkan dan kerja sama yang dibangun seharusnya saling menguntungkan. Wajar bila buruh ditempatkan sebagai garda terdepan dalam melindungi perusahaan dari gangguan pihak-pihak tertentu,” katanya, Rabu (29/04) kemarin.

Bahkan di hadapan sekitar 100 orang aktivis buruh dan mahasiswa, Cholderia mencontohkan sejumlah pengusaha pengeluhkan permasalahan biaya siluman yang diberikan kepada oknum-oknum tertentu. Biaya siluman itu diberikan lantaran perusahaan melakukan kegiatan ilegal.

Dan tentunya buruh tidak menginginkan hal itu terjadi, karena dapat membebani biaya operasional sehingga mempengaruhi upah minimum yang mereka terima setiap bulan. Buruh menginginkan perusahaan melakukan kegiatan legal sehingga tidak perlu memberi uang kepada oknum-oknum tertentu.

“Serikat pekerja itu pasti memiliki komitmen untuk menjaga perusahaan, tempat mereka mencari nafkah,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan, kondisi yang terpelihara sampai sekarang pengusaha kurang merespons berdirinya serikat buruh. Mereka berpikir negatif, karena bercermin dari kejadian masa lalu. Buruh yang aktif di serikat pekerja memperjuangkan nasib rekan-rekannya di perusahaan, biasanya dibuat tidak nyaman atau dipecat.

“Mereka dianggap seperti virus yang meresahkan perusahaan. Padahal bila pihak perusahaan transparan dan mengikuti UU Ketenagakerjaan, buruh menjadi kekuatan perusahaan. Pengusaha sebagai pemilik atau pemimpin perusahaan harus dapat membangun komunikasi yang baik terhadap buruh. Jangan terlalu tamak, bagi-bagilah rezeki bersama buruh,” ujarnya.

Sementara, Rianto, Dosen Sosiologi di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang menambahkan, buruh bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Sementara pengusaha membuka usaha untuk mencari untung.

“Hubungan ini menjadi kurang baik jika masing-masing pihak tidak saling memahami. Buruh tidak memiliki nilai tawar yang tinggi, karena jumlah pencari kerja sangat banyak sehingga kapan saja mereka dapat dipecat,” kata Rianto.

Kemudian ia menambahkan, pengusaha memiliki alat dan modal sehingga memiliki kekuatan. Tetapi itu tidak berguna bila pengusaha ingin bekerja secara nyaman dan mengembangkan usahanya.

“Hubungan asimetris antara pekerja dan pengusaha menyebabkan terjadinya konflik. Diperparah dengan kenaikan harga barang sehingga kebutuhan hidup layak naik, dan konflik hubungan industrial juga disebabkan buruh memikirkan kepentingan sendiri, berprasangka buruk kepada pengusaha, buruh menganggap perusahaan tidak memiliki manajemen yang jelas terkait peningkatan kualitas dan karir dan intervensi dari pihak luar yang memperburuk masalah,” ungkapnya. (RNN)

272 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>