Published On: Sen, Okt 3rd, 2016
                            

Format Minta Pemerintah Cabut Izin Cafe Basecamp

dedy-saat-di-polres-tanjungpinang. Foto : Yuli
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Forum Aliansi Umat (Format) Kota Tanjungpinang meminta kepada Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, agar mencabut izin Cafe Basecamp yang terletak didaerah Jalan Ahmad Yani depan Lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan oleh Format Tanjungpinang saat mendatangi Intelkam Polres Tanjungpinang, Senin (03/10) sekitar pukul. 10.00 Wib.

“Kedatangan kami disini untuk beraudiensi dengan Kapolres Tanjungpinang, agar menyampaikan bahwa Cafe Basecamp telah merusak moral generasi muda. Kami minta kepada Wali Kota untuk mencabut izin Cafe Basecamp,” ucap Perwakilan Format Tanjungpinang, Dedy Sanjaya.

Permintaan yang dilakukan Format itu, diketahui buntut dari permasalahan Cafe Basecamp yang menggelar event bertema “Back to School”. Dalam event itu, pelanggan Cafe Basecamp yang menggunakan baju sekolah, bakal mendapatkan minuman berakohol gratis.

“Kita sudah melihat sama-sama, dimana pelayan kafe juga melayani pengunjung dengan menggunakan seragam sekolah. Kami berharap Kapolres Tanjungpinang memberikan atensi, dikarenakan tempat itu mempunyai potensi membuat keributan,” ujar Dedy.

Sementara sebelumnya diketahui Sekdako Tanjungpinang Riono, telah hadir untuk memastikan laporan warga terkait event “Back to School” yang digelar Cafe Basecamp.

Bahkan pemilik cafe bernama Santos, sempat menyela dan menantang Sekda Tanjungpinang Riono, serta mempertanyakan surat tugasnya.

“Bapak dari mana, melakukan razia ada surat tugas. Mana surat tugasnya, tolong tunjukkan ke saya,” kata Santos dengan nada tinggi.

Kepada pemilik cafe, Riono menyatakan kehadirannya di cafe tersebut, agar memastikan laporan warga atas event tersebut. “Saya mau memastikan dan melakukan teguran pada cafe ini, karena kegiatan pesta yang digelar dengan tema Back To School dan menggunakan atribut dan logo sekolah sangat tidak pantas,” ujar Riono.

Kemudian, Rinono juga mengatakan, Kota Tanjungpinang merupakan kota pelajar, dan sangat tidak etis kalau cafe menyuguhkan miras pada pelajar, dan membuat pesta dengan dinas dan simbol-simbol sekolah.

“Atas kegiatan cafe yang tidak sepantasnya ini, kami akan buat teguran dan mengevaluasi izin usaha cafe yang dimiliki,” sebut Riono. (YULI)

564 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>