Published On: Rab, Feb 25th, 2015
                            

FENOMENA Batu yang Spektakuler

Dian Fadillah, S. Sos. Foto: Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
DIAN FADILLAH
Pemerhati Jalan-Jalan
TBM DIFADIL TANJUNGPINANG

Fenomena Batu saat ini sudah membumi dan mewabah. Kalau boleh diibaratkan sebagai sebuah penyakit menular maka virus ini sudah menjadi fenomena tersendiri dan menjadi bagian kehidupan. Hal ini juga sudah menjamur di seantero jagat. Begitu hebatnya fenomena ini hingga masuk ke dunia Internasional dan juga negara republik Indonesia tercinta, tak terkecuali di Daerah Segantang Lada, Provinsi Kepulauan Riau. Sebagai contoh dan bukti autentik sehari-hari dapat di lihat di masyarakat bahwa setiap adanya pertemuan pribadi, kelompok kecil ataupun besar. Pertemuan yang terjadi dalam situasi resmi apalagi tidak resmi maka ujung-ujungnya selalu bicara “Batu”.
“Mungkin dah kembali ke zaman batu kite ini ! Talking-talking batu juga Bisa terjadi di kantor-kantor, kedai kopi atau pertemuan –pertemuan yang dijadikan wadah untuk bersua, tidak luput juga di kantor-kantor pemerintahan sampai di sekolah-sekolah,tidak luput dari yang namanya batu, UUB = Ujung-ujung Batu.” Aktivitas bebatuan ini muncul dan menonjol terlihat pada saat bersalaman, berbicara atau sepintas lalu saja yang terkadang sampai pada transaksi jual beli batu. Terpenting tiada hari tanpa bicara Apabila dilihat dari sejarah bebatuan sebenarnya timbul dari Zaman Penjajahan Belanda atau zaman kompeni dan sempat menghilang dan menjadi hilang. Pada tahun 1980 an orangtua saya pernah berkata nanti suatu hari masalah batu dan pembicaraan tentang batu akan menjadi tren di masyarakat semua kalangan dan segala lapisan dengan nilai pembicaraan yang tinggi.

Mulai asal muasal batu, berapa jumlah batu sampai dengan khasiat dan magic batu apabila digunakan. Apakah advatantages batu bagi pemiliknya yang secara harfiah masuk akal atau bisa juga mengada-ada. Cerita mulai menyemarak pada saat Presiden SBY kita waktu memberikan kenang-kenangan sebagai cinderamata negara sebuah batu kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Mulai saat itulah sepertinya fenomena batu seolah-olah terlahir kembali dan hal itu kembali menjadi inspiratif di masyarakat dan sudah mulai terlihat geliatnya disana-sini. Contoh batu yang jadi icon di masyarakat sebenarnya sangat banyak yaitu diantaranya Batu Kalimaya, Panca warna, Topas, Lumut dan Bacan. Khusus Batu Bacan itu sendiri banyak daerah di Indonesia yang meng claim tapi kalau dilihat sejarah berbatuan Indonesia maka batu bacan itu berasal dari Desa Palamean dan Desa Doko yang merupakan desa penghasil Batu Bacan di Pulau Ternate, Maluku Utara.

Pulau ini sudah dikenal sebelum zaman kemerdekaan. Pesona batu akik itu sudah dikenal terutama di kawasan Timur sampai dunia luar sebagaimana yang disampaikan oleh seorang kolektor dan Pengrajin Batu akik yaitu Mr. Johni Tjandrel. Beliau menyampaikan bahwa dulu batu akik senantiasa dijual dalam bentuk bongkahan-bongkahan dengan ukuran yang besar, sehingga menjadi incaran kolektor dari luar negeri. Beliau berharap saat ini batu bacan tidak boleh lagi keluar dalam bentuk bongkahan karena akan merugikan untuk dijual dan hal itu lebih baik di bentuk dan diasah dulu menjadi sebuah cincin, gelang, atau tongkat. Mungkin juga dalam contoh lain yang memberikan nilai eksotik kepada batu yang dimiliki.

Contoh itu bisa juga kita aktifkan dan lakukan di Kota Tanjungpinang sebagai daerah tujuan wisata baru dengan nuansa yang melayu di Kepulauan Riau. Apakah itu contoh batuan Lepan seperti yang dijagokan Kabupaten Bintan pada saat Grand Opening di Bintan Expo Centre (BEC) pada 6 Februari 2015 waktu yang lalu atau apalah nama batunya dengan cirri khas tertentu di daerah Melayu. Saya rasa kalau hal itu dapat dilakukan dan dikembangkan akan menjadi suatu icon baru, dan itu berarti otomatis dapat dijadikan obyek wisata baru (the new object) dan akan menghasilkan banyak untuk masyarakat sekitar. Side effect yang positifnya adalah adanya pendapatan tambahan dalam upaya mendatangkan dan meningkatkan kunjungan wisatawan dan itu berarti adanya peningkatan pada APBD Provinsi Kepri.***

332 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>