Published On: Sen, Feb 16th, 2015
                            

Dua Warga Batam Diculik Oknum TNI, Anggota DPRD Kepri Berang

Anggota komisi I DPRD Kepri, Ruslan. Foto : Ado
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Terkait adanya dugaan penculikan dua orang warga Kota Batam yang diculik oleh oknum TNI-AL berasal dari Korp Marinir didaerah Setokok Markas Batalion Marinir beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Ruslan berang mendapat kabar tersebut. Ia mengatakan, sampai sekarang dua orang warga Kota Batam itu belum diketahui keberadaannya.

“Dua orang hilang, dan belum ditemukan karena diduga telah diculik Marinir. Kita seperti kembali ke orde baru saja,” ucapnya geram, Senin (16/02) kepada KepriDays.com.

Sebenarnya, lanjut Ruslan, sebelum markas Marinir di Setoko diresmikan oleh pemerintah, dirinya sempat mendengar kabar bahwa oknum Marinir juga telah menyerang Polisi Militer TNI Angkatan Darat didaerah tersebut.

“Sayapun juga sempat mendengar Marinir menakuti-nakuti masyarakat, seharusnya dengan keberadaan Marinir bukannya membuat masyarakat takut tetapi membuat masyarakat aman dan nyaman,” ujarnya.

Ruslan pun menyesalkan perbuatan oknum tersebut, dirinya yang berasal dari Kota Batam dan Dapil dari kota tersebut, ingin menciptakan suasana Kota Batam kembali aman.

“Saya menyesalkan sekali tindakan tersebut, kenapa harus menculik orang, dan dominan orang yang diculik orang palembang. Kita sekarang tidak tahu keberadaan orang tersebut, bisa saja sudah di pukuli dan di buang ke hutan,” ucapnya miris.

Padahal, lanjut Ruslan, dirinya telah menginformasikan hal tersebut kepada Danlanal Batam. Namun tidak mendapatkan jawaban yang positif, sama halnya dengan Polresta Barelang yang belum menindaklanjuti laporannya tentang kasus penculikan ini.

“Saya sudah menghubungi Danlanal, tetapi Danlanal bilang dia tidak bisa berbuat apa-apa dan menyesalkan perbuatan tersebut. Saya juga telah meminta Kapolres untuk menangani kasus tersebut, tapi belum nampak progresnya,” ujar dia.

Akan hal tersebut, Ruslan menambahkan, dirinya akan mengirim surat kepada Presiden RI, Joko Widodo terkait hal ini, agar keberadaan Markas Batalion Marinir yang berdekatan dengan pusat industri dan pariwisata dipindahkan. Sebab penyusunan tata ruangnya sudah salah dan seharusnya keberadaan Markas diletakan pada pulau yang dikhususkan, jadi tidak meresahkan masyarakat seperti saat ini.

“Tata letak Markas saja sudah salah, apalagi semua alat perang berada di situ (red, Setokok). Saya akan layangkan surat ke Presiden besok pagi, agar mempertimbangkan keberadaan Markas Marinir di Setokok untuk dipindahkan dan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya. (ADO)

308 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>