Published On: Rab, Okt 29th, 2014
                            

DPPKAD Gelar Sosialisasi Aset Daerah dan Lentera KN

Dirjen Kanwil Kekayaan Negara, Riau, Sumbar dan Kepri saat memberikan sosialisasi kepada peserta.Foto: ERA
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Gallery, KepriDays.com – Sebelumnya Kota Tanjungpinang merupakan daerah pemekaran Kabupaten Kepulauan Riau sejak disahkan pada tahun 2001 lalu menjadi kota otonom. Oleh sebab itu, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPAKD) Kota Tanjungpinang menggelar acara Sosialisasi tentang Aset Daerah dan Layanan Terpadu Kekayaan Negara (Lentera KN), Selasa (30/09) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang.

Dalam penyampaiannya, Kepala DPPKAD Kota Tanjungpinang, Darmanto mengatakan, kegiatan ini sengaja dilaksanakan karena Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan masih terus kesulitan, untuk memisahkan kepemilikan aset daerah masing-masing yang selama ini sudah dimekarkan semenjak masih berstatus Kabupaten Kepulauan Riau.

“Hingga kini permasalahan kepemilikan beberapa asset daerah antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Kabupaten Bintan belum juga usai, tentunya akan berpengaruh pada laporan penilaian barang daerah Kota Tanjungpinang, agar memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (red, WTP),” ungkapnya.

Setelah kata sambutan disampaikan oleh Kepala DPPKAD tersebut, DPPKAD Kota Tanjungpinang juga melakukan Penyerahan Laporan Penilaian Barang Milik Daerah (BMD) Kota Tanjungpinang dalam acara tersebut.

Lukman Effendi selaku Kepala Kanwil Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Sumbar dan Kepri yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, bahwa ada 4 hal yang mempengaruhi laporan penilaian BMD. “Diantaranya adalah pengelolaan asset, penilaian asset, pengurusan piutang daerah dan lelang asset. Dari itu sudah jelas tidak ada yang namanya barang tidak bertuan,” ucapnya.

Bahkan, Lukman menambahkan, bahwa semua barang yang dibeli dengan menggunakan dana APBN atau APBD sudah pasti menjadi milik negara atau daerah. Adapun sumber perolehan barang diantaranya adalah pembelian yang menggunakan APBN/APBD, serta perolehan yang sah melalui hibah ataupun sumbangan.

Sedangkan untuk Pemindahtangan kepemilikan barang, tentunya diatur melalui mekanisme yang sudah ditetapkan melalui aturan perundang-undangan yang berlaku. “Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini adalah sekaligus memberikan pembelajaran bagi semua pihak yang terkait, termasuk masyarakat. Sebab segala sesuatu yang dibeli atau dibangun dengan APBN atau APBD bersumber dana dari masyarakat juga, oleh karena itu pengrusakan ataupun pembakaran yang dilakukan saat demo atau kerusuhan lainnya sebenarnya sangat merugikan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah yang membuka langsung acara tersebut, sangat berkesan apa yang disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Lukman Effendi. Sehingga Pemko Tanjungpinang nantinya akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam dalam pengelolaan BMD, agar penilaian atas asset di Kota Tanjungpinang bernilai wajar.

“Karena saat ini masih ada asset daerah yang bernilai 1 rupiah. Akan ada penilaian asset yang dihapuskan yaitu sisa-sisa bangunan yang direnovasi, serta sinkronisasi antara laporan keuangan dan laporan asset dapat di akomodir, dengan adanya penilaian asset dalam rangka penyajian laporan yang akuntabel,” ucap Lis.

Adapun yang turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi tentang Aset Daerah dan Lentera KN oleh DPPKAD Kota Tanjungpinang, yakni, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, Kepala Kesbangpol Kota Tanjungpinang, Dimyath, Kepala Disdikbud Kota Tanjungpinang, Dadang, serta para peserta sosialisasi dari instansi lingkungan Pemko Tanjungpinang.

Narasi dan Foto: Novendra

 

442 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>