Published On: Sel, Apr 7th, 2015
                            

Disperindag Tanjungpinang Lakukan Pengawasan Gas LPG

Kepala Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Tanjungpinang, Suyatno. Foto : Afrizal
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, saat ini tengah gencar melakukan pengawasan terhadap pengadaan peredaraan barang dan pasokan Gas LPG 12 kilogram (Kg) di Agen dan Pangkalan.

Pengawasan tersebut juga dibuktikan pada Inpeksasi Mendadak (Sidak) pada Senin (06/04) kemarin. Banyak ditemukan harga jual Gas 12 Kg yang dijual dipangkalan sebesar Rp. 170 ribu, naik sekitar Rp. 8.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp. 162 ribu.

Sedangkan untuk harga jual tabung Gas LPG 3 Kg di Pangkalan masih sebesar Rp. 15 ribu pertabung untuk isi ulang Gas. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Tanjungpinang, Teguh Susanto, Selasa (7/4) kepada KepriDays.com.

Teguh mengatakan, pengawasan yang dilakukan untuk Gas LPG terkait dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 20/M/Per/4/2014 tentang
Pengendalian dan Pengawasan
terhadap pengadaan peredaraan barang dan penjualan minuman berakohol untuk Swalayan.

“Kedai Kopi, Toko, Swalayan atau tempat-tempat lainya yang bukan sebagai lembaga atau penyalur Gas LPG 3 Kg, dilarang untuk melakukan tata niaga atau menjual gas LPG 3 Kg. Untuk harga Gas 3 Kg hanya diberikan kepada pelaku usaha mikro dan rumah tangga miskin yang ada di Tanjungpinang,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, hampir lebih dua puluhan tempat untuk tabung Gas LPG 12 Kg hanya ditujukan pada industri dan rumah makan. Namun masih banyak ditemukan beberapa rumah makan besar masih mengunakan Gas 3 Kg untuk memasak, seperti, didaerah batu 5 bawah dan batu 10.

“Padahal seharus mereka mengunakan tabung Gas LPG 12 Kg, tapi masih banyak juga tempat lain ditemukan menyalahi aturan,” katanya.

Atas temuan ini juga, Teguh menambahkan, Disperindag sudah memberi pembinaan, tapi untuk menindak bukan tugas Disperindag. Karena ada tim yang menindaknya, setelah laporan dari Disperindag masuk ke tim tersebut.

“Namun kalau ada pangkalan yang menjual diluar harga, maka telepon Disperindag. Sebab Gas hanya boleh dijual dipangkalan untuk menghindari kelangkaan dan kenaikan harga Gas,” ucapnya

Sementara, Kepala Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, Suyatno menghimbau kepada pemilik pangkalan, diminta untuk tidak mendistribusikan Gas 3 Kg ke tempat bukan penyalur Gas.

“Terhitung 16 April 2015 kepada pemilik Warung, Swalayan dan Mini Market untuk tidak menjual Gas 3 Kg, apabila melanggar dan ketentuan diatas dapat dikenai sanksi berupa pembekuan, penangguhan atau pencabutan izin usaha,” katanya. (ARZ)

490 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>