Published On: Sen, Apr 13th, 2015
                            

Disperindag Himbau Jangan Beli Pakaian Bekas

Kabid  Perdagangan Disperindag Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal Tanjungpinang, Teguh Susanto..Foto : Afrizal
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (PM) Kota Tanjungpinang mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang, untuk tidak membeli pakaian atau barang-barang bekas yang sifat penggunaannya bersentuhan langsung dengan kulit.

Sebab berdasarkan hasil pengujian terhadap 25 sampel pakaian bekas impor yang beredar di pasaran, menurut Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan RI, menemukan adanya cemaran bakteri dan jamur patogen pada pakaian bekas impor.

Cemaran bakteri dan jamur patogen, kata Kepala Disperindag, Suyatno melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Teguh Susanto, ditemukan cukup tinggi hingga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit.

“Selain itu juga berdasarkan hasil pengujian tersebut, tingkat pencemaran bakteri dan jamur patogen pada pakaian bekas impor cukup tinggi. Dengan diukur melalui parameter uji Lempeng Total yang disebut dengan parameter ALT, kandungan mikroba pada pakaian bekas mencapai 216.000 koloni pergram. Sedangkan cemaran kapang mencapai 36.000 koloni pergram,” ucapnya, Senin (13/4) kepada KepriDays.com.

Kemudian, lanjut Teguh, mengingat bahwa letak geografis Kota Tanjungpinang dan fakta bahwa di Tanjungpinang banyak ditemukan penjualan pakaian bekas, karena sudah sejak lama terjalin hubungan dagang dengan beberapa negara tetangga dan diduga banyak pakaian barang bekas yang sifat penggunaannya bersentuhan langsung dengan kulit beredar di pasaran.

“Sedangkan penyakit yang dapat ditimbulkan melalui pencemaran bakteri dan kapang antara lain, gatal-gatal, bisul, infeksi pada kulit, bahkan infeksi pada saluran kelamin,” ujarnya.

Sedangkan selain mengancam kesehatan tubuh, masih kata Teguh, impor barang bekas juga sebenarnya bertentangan dengan Undang-Undang (UU) nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 54/M-DAG/PER/10/2009 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor.
“Dalam UU dan peraturan menteri perdagangan tersebut, diatur bahwa impor barang hanya dapat dilakukan dalam keadaan baru, bukan barang bekas. Guna mengatasi hal itu, Disperindag tengah membentuk Tim Terpadu Pengawasan Peredaran Barang Dan/Atau Jasa,” ungkapnya.

Akan hal tersebut, Teguh mengharapkan, pembinaan, pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang secara komprehensif, sembari menunggu petunjuk teknis tentang pelaksanaan UU nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan tersebut, agar tidak membeli pakaian bekas yang diduga tercemar bakteri tersebut.

“Selain dapat membahayakan kesehatan, impor pakaian atau barang bekas juga bertentangan dengan keinginan Bapak Presiden untuk meningkatkan produksi dan penggunaan produk dalam negeri. Setakat ini kami masih mengimbau kepada masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, dan jika tim terpadu telah terbentuk kita akan dapat melakukan penindakan,” katanya. (ARZ)

188 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>