Published On: Sen, Nov 23rd, 2015
                            

Dicoret sebagai KPPS, Alfina Lapor ke Panwaslu

Alfina Lena yang mengenakan Jilbab didampingi suami saat melapor pencoretan namanya sebagai anggota KPPS di kantor Panwaslu Kota Tanjungpinang. Foto : Leonardo Z
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Terkait nama Alfina Lena yang berasal dari RT 2 RW 2 Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang dihapus dari anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), Senin (23/11) pagi.

Alfina Lena melaporkan hal tersebut ke Kantor Panwaslu Tanjungpinang Komplek Bintan Center KM. 9 Tanjungpinang, ditemani sang suami. Sebab, cerita Alfina Lena, sebelumnya ia telah masuk dalam daftar anggota KPPS dan sudah mengikuti pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Namun secara sepihak namanya telah dicoret dalam anggota KPPS oleh panitia. Sedangkan kronologis pencoretan nama yang dialaminya, usai istirahat siang melanjutkan pelatihan ke sesi berikutnya dengan cara tidak sesuai prosedur.

“Awalnya saya diminta Ketua RT untuk ikut menjadi anggota KPPS. Saya telah mengisi formulir dengan tanda tangan diatas materai, dan saya mendapatkan undangan Bimtek. Tetapi sewaktu saya datang pelatihan, saya heran nama saya sudah ada yang menandatangani dan berubah menjadi lain,” kata dia.

Setelah kejadian itu, Alfina mencoba untuk mepertanyakan perkara tersebut kepada pihak panitia Bimtek. Namun tidak ada jawaban klarifikasi pencoretan nama dirinya sebagai anggota KPPS.

“Ada salah seorang panitia dari PPS namanya Khaidir, dia bilang nama saya sudah diganti tetapi alasannya tidak dijelaskan. Lalu saya minta kepastian malah disuruh ikuti kegiatan sampai selesai,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Panwaslu Tanjungpinang Furqon mengatakan, pihaknya akan menerima laporan yang disampaikan oleh Alfina dan akan segera menindak laporan tersebut.

“Laporannya kami terima. Untuk klarifikasinya, nanti kami panggil Ketua KPPS atau Sekretaris untuk menjelaskan. Hal ini pasti kami tindak dan kami lakukan rapat pleno,” ungkapnya.

Selain itu, Furqon juga menilai, pencoretan nama tersebut tidak etis dilakukan tanpa ada prosedur yang diikuti. Dan ini pasti ada kesalahan. Sebab untuk menjadi anggota KPPS saja, diwajibkan untuk mengisi formulir dengan tanda tangan materai dan ada 6 poin yang harus ditaati oleh anggota.

“Bila panitia mengganggap peserta tersebut tidak lulus dari salah satu poin, seharusnya dijelaskan kepada peserta dan dibuat berita acara kemudian dilakukan rapat pleno kembali,” katanya. (ADO)

206 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>