Published On: Sen, Jun 22nd, 2015
                            

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Santunan Rp. 101 Juta

Pemberian santunan kepada korban kecelakaan kerja. Foto : Afrizal
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp. 101,748.000 juta kepada Herlina Ahli waris Baharuddin.

Herlina menerima dana tersebut sebagai ahli waris dari almarhum Baharuddin yang merupakan tenaga Kerja PT. EFRA Galangan Batang Kampung Bugis Tanjungpinang. Ia meninggal karena kecelakaan kerja pada 10 Juni 2015 lalu.

“Santunan yang kita berikan ini merupakan hak setiap peserta yang telah terdaftar dalam BPJS ketenagakerjaan. Almarhum adalah peserta kita yang mengalami kecelakaaan kerja pada minggu yang lalu,” kata Deny, Senin (22/6) beberapa waktu lalu.

Korban meninggal setelah mengalami kecelakaan kerja dilokasi kerja. Korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat dan meninggal di Puskesmas.

“Tapi apapun namanya, kalau para pekerja mengalami kecelakaan kerja selama bekerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan menjamin dan memberikan santuna,” ujar Deny tegas.

Bahkan, lanjut Deny, selain JKK yang bisa diberikan BPJS Ketenagakerjaan ke pesertanya, ada juga Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua. Sedangkan pada Juli 2015 nanti, akan ada tambahan program, yakni, program Jaminan Pensiun.

“Jadi pada pekerja yang ada di PT. EFRA sekitar 81 orang karyawan, nantinya bisa dapat program tambahan, yaitu, program pensiun dan semua pekerja bisa daftarkan langsung ke BPJS Ketenagakerjaan,” kata Deny.

Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah yang menyerahkan bantuan santunan tersebut mengatakan, santunan JKK kepada istri ahli waris almarhum Baharuddin, agar tetap bersabar dan ini merupakan kehendak Allah SWT.

“Tapi untuk keselamatan kerja itu sangat penting dan jangan dianggap remeh, karena dalam bekerja resikonya sangat tinggi dan jangan menyepelekaan sesuatu didalam bekerja,” pesan Lis.

Ia pun meminta dihadapan para pekerja PT EFRA, supaya menyampaikan unek-unek kalau ada permasalahan di tempat kerjanya. “Kalau dipersulit dalam bekerja, maka kasih tahu kepada dinas tenaga kerja. Kalau tidak bisa, langsung sampaikan ke saya, tapi ini untuk masalah kerja,” katanya.

Sementara Herlina belum bisa dikonfirmasi, dikarenakan masih berduka atas kejadian yang menimpa suaminya tersebut.

“Saya mohon maaf belum bisa berbicara banyak, karena masih mengingat almarhum suami saya,” ucapnya sambil mengeluarkan air mata dari wajahnya.

Sedangkan Direktur PT. EFRA Amran menjelaskan, indikasi kematian karyawannya murni didalam bekerja yang diakibatkan gas beracun.

“Tapi yang jelas pihak keluarga sudah merelakan dan mengikhlaskan, karena sewaktu kami minta otopsi, keluarga tidak mau dan sudah mengiklaskan,” kata Amran. (AFRIZAL)

311 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>