Published On: Ming, Agu 31st, 2014
                            

BLH Kepri Lakukan Penanaman Mangrove di Dompak

Mangrove yang ditanam BLH. Foto: Kukuh
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Kepri, Terry Suparna mengatakan, pencanangan pelestarian lingkungan hidup berbasis masyarakat yang dilakukan pemerintah sebagai bentuk pemeliharaan lingkungan sudah cukup berhasil. Namun, sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap lingkungan maka pihaknya bersama LSM ALIM melakukan penanaman bibit mangrove atau bakau didaerah Kampung Kelam Pagi Dompak Senggarang, Ahad (31/8) pukul. 07.30 Wib.

“Dompak jadi tempat tujuan penanaman mangrove kali ini karena dilihat banyaknya perusakan yang terjadi disana, ini disebabkan akibat ulah manusia dan alam yang tidak mengerti pentingnya mangrove hidup didaerah itu,” ujarnya.

Sebelum dilakukan puncak acara pencanangan dan penanam bibit mangrove di kampung tersebut, BLH telah lebih dahulu membentuk sub kelompok-kelompok tanam yang memberdayakan masyarakat sekitar agar mau melakukan pelesatarian Mangrove, seperti, Kelompok Tani.

“Gunanya agar mereka selalu menanam sekitar 15 ribu bibit mangrove dengan kegiatan menanam bibit ini dilaksanakan sekitar 20 hari, serta perawatan bibitnya selama 3 bulan kedepan, baru akan tumbuh pohon mangrove didaerah kelompok Tani itu,” tutur Ketua Pelaksana Pelarian Mangrove yang juga Kepala Sub Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup BLH Kepri, Agus Purwoto.

Bahkan, kata dia, kali ini bukan hanya LSM ALIM saja yang ikut hadir, dari Ikatan Keluarga Maritim Admaja (IKAGAMA) Provinsi Kepri, Ikatan Alumni SMPN 3 Tanjungpinang, STIKES Hangtuah Tanjungpinang, STIE Pembangunan Tanjungpinang, LANUD Tanjungpinang juga turut membantu dalam penanaman bibit mangrove didaerah Kelam Pagi Dompak ini.

“Apabila rancangan Peraturan Daerah Kepulauan Riau tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup disahkan dalam bulan September ini, BLH akan mendapatkan alokasi dana minimal 1% dari APBD Kepulauan Riau yang akan digunakan untuk pengembangan tanaman laut lainnya,” jelas Sgus.

Ia juga menambahkan, jika sudah disahkan pihaknya juga akan melakukan kembali penanaman Mangrove di 5 Kabupaten dan Kota di Kepulauan Riau kecuali, Anambas dan Natuna. Sebab, untuk saat ini BLH masih kekurangan bibit Mangrove sehingga penanaman hanya dapat dilakukan di Tanjungpinang dan sekitarnya.

“Kami berharap Perda itu bisa disahkan, agar pelestarian Mangrove terus dilakukan di Kepri,” ungkapnya. (CR09)

378 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>