Published On: Sab, Okt 8th, 2016
                            

Basecamp

Dian Fadillah, S. Sos. Foto: Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:

DIAN FADILLAH, S. Sos

Pemerhati Jalan-Jalan
Sekretaris FK-PKBM Kota Tanjungpinang
Prov Kepri

Café dalam istilah Kamus Bahasa Indonesia identik dengan Kedai Kopi yang dapat didefinisikan sebagai suatu tempat sebagai sarana komunisasi update saat ini. Tempat dimana merupakan proses aktivitas dilakukannya makan minum dan dapat juga difungsikan sebagai tempat berjumpa kawan kawan (jarang atau sudah lama tidak bertemu). Istilah Café juga merupakan tempat bangunan berjualan sambil berbicang tentang judul dan topik apapun juga. Hakekat sebuah Café dan kedai kopi adalah sarana yang paling utama untuk masyarakat yang hidup dalam silaturahmi lebih baik tanpa memandang status sosial dalam artian cukup dengan secangkir minuman apakah itu teh, kopi atau minuman lain termasuk Soft drink .

Permasalahan yang consensus dilihat saat ini adalah jarang sekali kita melihat pemilik café atau kedai kopi melakukan yang disajikan,fasilitas yang dimiliki, serta menjaga hubungan dengan pihak luar. Apakah pihak luar itu adalah masyarakat sekitar café ataupun Pemerintah daerah yang mengeluarkan izin terselenggaranya aktivitas yang dilakukan secara kontinu.Mengapa ada permasalahan yang baru baru ini menjadi topic hangat di masyarakat ? Pengusaha dan Pemerintah daerah harusnya ingat tujuan yang dilakukan dalam upaya mempubuat Tanjungpinang Kota Layak Anak ? Bagaimana upaya yang harus kita lakukan dari berbagai pihak ? tentunya adanya sinkronisasi antara semua pihak. Pengusaha tidak boleh berpikir bahwa usaha yang dibuat dengan dana sendiri dan pihak lain tidak boleh intervensi dalam kebijakan dan program yang dibuat. Akan tetapi haruslah diingat bahwasanya kebijakan dan program yang dibuat harusnyajuga menunjang program Pemrintah Daerah yang saat ini sedang berupaya kuat untuk Program Pemeringkatan Tanjungpinang sebgai Kota Kreatif Indonesia bersaing dengan Kota Kabupaten lain diantaranya yaitu Belitung, Batang, Kayong utara, Mempawah, KomaweSelatan, Lhoksemawe, bandung, pekalongan, Balikpapan, Banjarmasin dan Manado yang memiliki kekhasan masing-masing. Kota Layak .. layak bagi siapa dan untuk siapa ? Kota Tanjungpinang sebenarnya sudah cocok dan layak untuk semua. Karena mempunyai nilai historis dengan adanya situs budaya melayu Pulau penyengat. Sitidaknya semua orang yang ada hidup tanpa melihat asal dan usul mempunyai kewajiban dan halk yang sama menjaga marwah dan mengisi dengan nilai nilai positif daerah dengan keariofan lokalnya.

Sejak dini masyarakat membutuhkan keanekaragaman dalam kehidupan. Apakah itu berhubungan dengan tempat kuliner, game station yang over all membuat keanekaragaman ini menjadi interesting destination dari local ataupun foreign visitor. Kebutuhan pelanggan pada saat berkunjung sebagai base seharusnya dapat di akomodir oleh semua pihak Kita harus punya pikiran positif untuk menaikkan nama Kota kite jangan asyik nak bermasalah terus . masyarkat sudah bosan ndengan konflik.masrayarakat ingin hidup tenang dan nyaman dengan suasana mencari uang untuk kehidupannya. Padahal hal-hal itu berpengaruh besar ramai atau sedikitnya kunjungan yang diperoleh. Sebagai satu contoh sederhana sehubungan kekurangan yang dimaksud adalah dalam hal Penerangan (lampu yang terang), meja dan kursi yang nyaman, kipas angin yang available, cok listrik yang memadai sebagai rujukan untuk suatu konsep kunjungan dasar. Kedai kopi yang sempurna merupakan cara yang cerdas dan pintar untuk memulai untuk membangun Bisnis Culinary yang tentunya tidak semua orang dapat melakukannya. Serius dan sungguh sungguh itu merupakan modal enterpreneru untuk sebuah kedai kopi atau yan disebut juga denan bisnis usaha warung kopi.

Konsep Usaha yang didterapkan café atau warung kopi seperti itu merupakan usaha yang memiliki prospek yang bagus untuk dilirik dewasa ini, mengingat apabila layanan diberikan pada pelanggan termasuk pengunjuung secara rutin dan maksimal dan terbaik, tentunya didukung cita rasa kopi yang enak berkualitas serta mempunyai ciri khas pasti akan mendatangkan pengunjung yang banyak sekaligus keuntungan yang berlimpah.

Indonesia sendiri juga sudah sangat khas dengan keberadaan usaha Warkop (Warong Kopi) yang biasanya berada di pinggir-pinggir jalan sampai di beberapa tempat yang berskala modern tinggal konsisten kita dalam berbisnis usaha warung kopi yang dijadikan sebagai usaha utama dengan membukanya dipagi hari dan menutup kembali pada dini hari atau bahkan sampai 24 jam atau pun sampingan dengan waktu buka dan tutup sampai dini hari. Yang penting dari semua itu adalah kita harus mencari trick dan track usaha untuk meningkatkan fasilitas kedai kopi sebagai aspek utama cita rasa sebaik mungkin agar dapat menarik pelanggan sebanyak-banyaknya atau mungkin dengan membaca referensi buku sambil memikirkan promosi-promosi jitu untuk kemajuan konsep kedai kopi modern.Tingkatkan fasilitas agar kedai kopi jadi tempat yang menyenangkan.

Aktivitas dunia pendidikan juga tidak luput dari perkembangan dilaur sekolah yang memang perlu dilihat sebagai pendukung penting. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan hari libur, hari luang ataupun hari kerja yang dilakukan membuat kita harus meningkatkan juga pengetahuan dengan keluar rumah untuk penyengaran.

Kita harus bangga bahwa daerah ini sudah berkembang menjadi kota modern akan tetapi tidak juga meninggalkan etika dan cirri khas ketimurannya. Harapan refreshing dengan cuci matanya harus dapat menjadi suatu kenangan yang baik dan menyenangkan dalam suatu kemasan. Kemasan kenangan never to forget . Image sebuah kunjungan yang dahulu nya kota lama memang perlu membenahi diri bersiap siap untuk melakukan peremajaan menuju kota modern dengan diikuti nya pembangunan Mall dan pusat pusat aktivitas lainnya dengan semangat berinovasi dan berekpresi dengan segala kepositifannya.

Aktivitas rutin anak anak bangsa ditentukan oleh semua pihak termasuk masyarakat luas sebagai hamparan Indoensianya. Keragamana yang menjadikan kita istimewa setidaknya menjadi PR kita semua untuk mewujudkan dan meninggalkan anak bangsa yang akan membanggakan di saat kita sudah mati meninggalkan dunia ini. Sisi positif dan negative setidaknya harus dipelajari dengan cermat agar dapat menjadi proses pembelajaran penting untuk menciptakan Masyarakat yang madani dengan wonderful aktualisasikan diri dan akan menjadi tujuan panjang masa depat yang perlu dipersiapkan secara seirus oleh siswa yang bersangkutan dan orangtua kelak. Timbul pertanyaan dibenak kita saat ini, Apakah kita mau membuat Kota tanjungpinang lebih baik dengan dengan berbagai macam aktivitas usaha Café serta keaneka ragaman program kulinernya dengan konsep eat-drink-and chill harus menuju tingkat positif dengan rekonsiliasi semua pihak dalam mengwujudkan Café berbasis pendidikan dan memahami pendidikan ditambah lagi dengan masyarkat nya yang masih memegang konsep religious sehingga dapat menjadi daerah yang disebut sebagai Kota layak anak untuk ditinggali atau ditempati atau dikunjungi tanpa batasan dan masalah. Be a creative city. ***

367 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.