Published On: Sel, Jul 28th, 2015
                            

Awali Hidup dengan Puasa Syawal

Dian Fadillah. Foto : Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Dian Fadillah
Pemerhati Jalan-Jalan

Aidil Fitri hari kesenangan, kejayaan menembus halangan mengenali arti kemenangan bagi mereka yang kekurangan. Lebaran dengan pernak perniknya sudahpun usai. Meriah dengan suka citapun sudah berlalu, dan angpao atau greenpao berikut isinya pun sudah pun terbang.

Sekarang kita kembali ke dunia nyata atau aktivitas lagi. Kita harus melanjutkan kehidupan dengan nyata. Apa yang harus dilakukan untuk mengawali kehidupan di Bulan baik ini? Aktivitas apa yang baik untuk dimulai dalam waktu dekat ini? Banyak pertanyaan yang ada dipikiran kita yang bukan hanya untuk dipikir saja, tapi harus dicari jawabannya dengan cepat, padat, singkat dan dapat dilaksanakan segera.

Banyak yang berkata dan memberikan masukan bahwa kita bisa langsung saja mulai bisnis MLM, Ada juga yang mengatakan kita bisa melakukan pernikahan dulu atau melakukan qurban seekor sapi, tapi juga ada yang memberikan solusi untuk menyalurkan dengan memberikan Zakat Mal. Boleh-boleh saja hal itu dilakukan karena itu baik semuanya, tapi kira kira hal apa yang mendasar untuk dapat dilakukan sekarang.

Apabila kita merujuk kepada (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah) yaitu salah satu yang dianjurkan adalah melaksanakan Puasa Syawal selama 6 (enam) hari yang dianggap sebagai Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal. Apa hukumnya puasa enam hari bulan Syawal, apakah hal itu wajib?

Puasa enam hari di Bulan Syawal setelah Puasa Wajib di bulan Ramadhan adalah amalan sunnat yang dianjurkan (bukan wajib) makanya kalimat yang muncul adalah “Seorang muslim dianjurkan mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal” bukan diwajibkan apalagi untuk dipaksakan.

Apabila dilihat dari keseluruhan diluar perihal kesehatan bahwa banyak sekali keutamaan dan pahala yang besar bagi yang melakukan puasa ini, yaitu, barang siapa yang mengerjakannya niscaya dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (apabila berpuasa pada bulan Ramadhan).

Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits (Shahih) dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Rasulullah juga telah menjabarkan lewat sabda beliau yaitu : “Barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas ‘Iedul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat.”

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam : “Amal ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Ta’ala berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: “Periksalah ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna maka pahalanya ditulis utuh sempurna”.

Jika kurang, maka Allah memerintahkan malaikat: “Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan shalat sunnat itu”.

Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya.” H.R Abu Dawud Sesungguhnya beruntung sekali apabila kita sebagai umat yang selama 11 bulan sebelumnya banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan dapat sebenarnya dapat diupayakan untuk melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal.

Hal itu merupakan keutamaan yang luar biasa atas berkat rahmat dan ampunan Allah dengan memperhatikan yang lebih baik bagi seseorang yang masih memiliki qodho’ atau tanggungan puasa Ramadhan untuk menunaikannya daripada melakukan puasa Syawal dengan sebelumnya perkara Puasa Ramadhan yang wajib haruslah lebih diutamakan daripada perkara yang sunnah dengan Manfaatnya adalah :

1. Menyempurnakan ganjaran puasa setahun penuh

2. Menyempurnkan kekurangan yang ada dalam Puasa Ramadhan

3. Membiasakan berpuasa sebagai tanda untuk waktu berikutnya secara Continue

4. Mensyukuri nikmat telah diberikan melalui kelancaran Ramdahan

Sekarang kembali jawaban dan pelaksanaannya di diri kit sendiri. Jangan terlalu mempermasalahkan betul asal asul atau asbabun nuzul puasa syawal ini karena yang lebih penting adalah bahwa Puasa Ramadhan yang sudah dilwati telah mendidik kita banyak hal, yaitu, dapat mencoba menahan hawa nafsu dan lebih memahami orang yang serba kekurangan diluar lingkungan kita sehingga perlu kiranya kita melajutkan hikmah Puasa ini dengan Puasa Syawal.

Dan kalau dapat cobalah diikuti dengan puasa sunat yang lain, seperti, Puasa Senin Kamis, Puasa Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Puasa Hari Arofah, Puasa Muharrom, Puasa Hari Assyuro’, Puasa Sya’ban, Puasa pada Bulan Harom, Puasa 3 Hari Setiap Bulan, dan Puasa Dawud sehingga diharapkan kita dapat menjadi insan yang stabil sebagai modal menghadapi kehidupan ke depan yang tak begitu mudah untuk ditaklukkan.***

326 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>